SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit — Anak Buah Kapal (ABK) panik menjumpai penumpang berbisa mematikan, seekor king kobra, berada di tugboat di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).

"Kami menerima laporan dari seorang warga bernama Walidi yang datang ke Markas Komando (Mako) Pemadam Kebakaran (Damkar) untuk meminta bantuan evakuasi seekor ular king kobra," kata Kepala Peleton I Mako Damkar Kotim Carles, Minggu, 16 Maret 2025.

Laporan tersebut diterima petugas Damkar pada Sabtu, 15 Maret 2025, sekitar pukul 15.05 WIB. Setelah mendapat informasi, pihaknya langsung bergerak menuju ke tempat kejadian.

Setibanya di lokasi, tim diarahkan ke ruang mesin kapal, tempat terakhir ular terlihat. Proses evakuasi sempat mengalami kendala karena ular bersembunyi di sela-sela lemari, sehingga sulit dijangkau.

"Proses penyelamatan berlangsung cukup menegangkan. Ular sangat aktif dan berada di lokasi yang sulit dijangkau, sehingga tim harus ekstra hati-hati," ujar Carles.

Namun, berkat kerja sama dan keahlian tim rescue, ular berhasil dievakuasi tanpa ada korban dalam kejadian ini. Evakuasi juga mendapat bantuan dari Komunitas Pecinta Reptil Sampit.

Setelah berhasil dievakuasi, ular king kobra dengan panjang kurang lebih 2 meter tersebut diamankan oleh petugas. 

Kejadian ini menjadi pengingat bagi warga untuk selalu waspada terhadap keberadaan hewan berbahaya, terutama di tempat-tempat yang jarang terjamah. Jika menemukan ular berbisa atau hewan berbahaya lainnya, masyarakat diimbau untuk segera melapor ke pihak berwenang agar dapat ditangani dengan aman. (DEWI PATMALASARI/j)