BORNEONEWS, Palangka Raya - Seorang bocah berinisial B, yang sebelumnya dilaporkan meninggal dunia akibat terseret arus banjir di Jalan Mendawai, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, telah dimakamkan.
Lurah Palangka, Dawid membenarkan informasi tersebut dan menjelaskan bahwa korban sempat dilarikan ke RSIA Yasmin. Namun, korban tidak tertolong. Jenazah korban telah dijemput oleh pihak keluarga dan dimakamkan
Korban, yang sebelumnya tinggal di Jalan Pelatuk VII, kini beralamat di Bukit Keminting. Pemakaman dilakukan pada Minggu, 16 Maret 2025, di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Jalan Tjilik Riwut Kilometer 2,5.
Berdasarkan keterangan dari ibu korban, peristiwa nahas ini bermula saat sang ibu mengajak korban untuk membantu membersihkan makam di TPU Jalan Tjilik Riwut Kilometer 2,5. Namun, korban kemudian bergabung dengan teman-temannya untuk bermain di Jalan Mendawai yang saat itu sedang tergenang banjir.
"Ketidakmampuan korban berenang diduga menjadi penyebab utama tenggelamnya korban," ungkap Dawid, Minggu, 16 Maret 2025.
--page
Ibu korban menjelaskan bahwa anaknya tidak bisa berenang, sehingga ketika terseret arus banjir, ia tidak mampu menyelamatkan diri. Kejadian ini kembali menjadi sorotan dan pengingat akan bahaya bermain di sekitar wilayah yang tergenang banjir, terutama bagi anak-anak yang tidak bisa berenang.
"Penting bagi orang tua untuk selalu mengawasi anak-anak mereka dan memberikan edukasi tentang bahaya bermain di tempat yang berpotensi membahayakan," pungkasnya. (PATHUR/Y)









