TAMIANG LAYANG –

BORNEONEWS, Tamiang Layang – Anggota DPRD Kabupaten Barito Timur dari Partai Gerindra, I Putu Widid Septiawan, menyelesaikan reses perorangan untuk menampung aspirasi masyarakat di tiga wilayah, yakni Desa Bentot, Desa Kandris, dan Perumahan Pondok Indah I, Kelurahan Tamiang Layang.

"Kegiatan ini bertujuan untuk menampung berbagai keluhan serta usulan yang menjadi kebutuhan mendesak masyarakat," ujar Widid usai menggelar reses selama tiga hari, Senin, 17 Maret 2025.

Saat reses di Desa Bentot, Widid menerima usulan seperti di bidang infrastruktur dan fasilitas umum seperti perbaikan jalan lingkar luar tembus KM 0 dan peningkatan jalan lingkungan serta akses jalan menuju Gunung Karasik.

Kemudian penerangan jalan umum (JPU) di gang SMA Negeri 1 Patangkep Tutui serta pemasangan tiang listrik sepanjang 200 meter, pembuatan pagar untuk SD Negeri 2 Bentot dan peningkatan jalan menuju sekolah, pengadaan mesin penggilingan padi untuk mengurangi jarak ke tempat penggilingan serta dukungan bus sekolah bagi anak-anak di daerah pegunungan.

Di bidang ekonomi dan pertanian, Widid menerima usulan di antaranya penyediaan bibit kopi dan kakao untuk meningkatkan perekonomian masyarakat, realisasi pemberian tanah dari PT KSL yang dijanjikan kepada warga, tambahan modal untuk Koperasi Patangkep Membangun yang bergerak di bidang perkebunan karet serta dukungan regulasi lahan untuk pembibitan sawit bersama PT Astra Agro Lestari.

Di bidang kelistrikan dan Internet, Widid menerima usulan akses listrik khusus bagi pelaku UMKM yang selama ini masih bergantung pada meteran listrik rumah warga dan peningkatan akses jaringan internet melalui PT Telkom untuk mendukung pendidikan dan aktivitas masyarakat.

Di bidang sosial, pendidikan, dan keagamaan, Widid menerima usulan bantuan pembangunan lanjutan untuk GBI Bentot, penyediaan lembaga pelatihan bagi lulusan SMA/SMK untuk mengurangi pengangguran serta dukungan untuk mengaktifkan KNPI Desa Bentot.

Sedangkan di bidang kesehatan dan pelayanan publik, Widid menerima keluhkan terkait transparansi tagihan PDAM yang sering tidak sesuai dengan pemakaian air.

Beralih ke Desa Kandris Kecamatan Benua Lima, di Desa tersebut Widid menerima usulan di bidang infrastruktur dan lingkungan seperti pembuatan selokan sepanjang 100 meter untuk mengatasi banjir, pembangunan gorong-gorong yang telah tertutup untuk mencegah genangan air dan penyediaan tempat pembuangan sampah atau tong sampah di depan rumah warga.

Di bidang pertanian dan peralatan, Widid menerima usulan pengembangan pertanian dengan bibit semangka, melon dan cabai serta pupuk tanaman (RT 01) dan pengadaan mesin kultivator dan mesin penyedot air.

Di bidang sarana dan prasarana umum, Widid menerima usulan pemasangan lampu penerangan jalan umum (PJU) di RT 01, RT 02, dan RT 03, mobil operasional dan genset berkapasitas 4000 KVA untuk Relawan Andeska, mobil operasional pemadam kebakaran untuk Kecamatan Benua Limaserta lima sumur gali yang dilengkapi pompa air.

Terakhir di bidang kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, Widid juga menerima usulan fasilitasi tempat pembuangan sampah untuk mengatasi masalah sampah secara lebih efektif.

Saat melakukan kunjungan reses di Perumahan Pondok Indah I Kelurahan Tamiang Layang, Widid menerima usulan di bidang infrastruktur dan fasilitas umum seperti pengadaan lampu jalan tenaga surya sebanyak 75 unit, yang dibagi 5 unit per blok serta 10 unit untuk jalan poros, pengaspalan jalan di 9 blok yang belum diaspal dengan panjang sekitar 100 meter per blok, perbaikan jalan di sebelah langgar, bantuan gorong-gorong ke Jalan Pondok Indah serta usulan fasilitasi dengan Dinas PUPR Perkim terkait masalah aset perumahan oleh developer Perumnas Pondok Indah I.

Di bidang sarana dan prasarana sosial, Widid menerima usulan lapangan olahraga dan ruang terbuka hijau (RTH), tenda ukuran 6x8 meter dan 150 kursi untuk kegiatan warga serta perbaikan gedung Posyandu yang kondisinya memprihatinkan.

Di bidang kesehatan dan kesejahteraan sosial, Widid menerima usulan bantuan peralatan kegiatan Posyandu yang masih terbatas, bantuan dana operasional dan makanan tambahan untuk anak-anak posyandu, terutama untuk mengatasi stunting serta sosialisasi dan pendekatan untuk warga yang terindikasi stunting namun enggan melakukan pemeriksaan di Posyandu.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Widid berjanji akan membawa seluruh usulan ke meja pembahasan DPRD Barito Timur untuk diteruskan ke eksekutif.

"Kami akan memperjuangkan semua usulan yang masuk kemudian diseleksi oleh pemerintah daerah berdasarkan skala prioritas karena aspirasi masyarakat adalah amanah yang harus diperjuangkan," tegas Widid. (AGUSTINUS BOLE MALO/H)