SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Alang Arianto mengatakan, peluang usaha ayam petelur di daerahnya sangat menjanjikan. 

"Itu didorong oleh tingginya permintaan telur, karena di Kotim jumlah penduduknya mencapai 448.180 jiwa, jumlah penduduk terbesar di Kalimantan Tengah," katanya, Senin, 17 Maret 2025.

Ia mengungkapkan sebagian besar kebutuhan ayam dan telur di Kotim masih dipasok dari Kalimantan Selatan dan Pulau Jawa karena produksi lokal belum mampu memenuhi permintaan.  

Data BPS Kotim tahun 2024 menunjukkan produksi telur ayam petelur hanya mencapai 1.128.960 butir, jauh di bawah kebutuhan.

"Usaha telur lebih menguntungkan karena lebih tahan lama dibandingkan ayam potong.  Ayam potong yang telat dipanen akan menyebabkan pemborosan biaya pakan," jelas Alang.

Kendati demikian, Alang mengakui tantangan yang dihadapi peternak adalah tingginya harga pakan yang berdampak pada biaya produksi dan harga jual.  

Pemerintah daerah berharap pembangunan pabrik pakan ternak di Kecamatan Parenggean oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dapat segera rampung untuk menekan harga pakan.

Pemerintah Kotim mendorong masyarakat, khususnya di desa-desa sekitar perusahaan, untuk memulai usaha ayam petelur.  Alang berharap perusahaan besar dapat memberikan dukungan melalui program CSR untuk membantu masyarakatmengembangkan usaha ini.

"Dalam sosialisasi dan mediasi, kami selalu mendorong usaha ayam petelur.  Perusahaan bisa membantu masyarakat melalui program CSR," terang Alang. (DEVIANA/H)