BORNEONEWS, Palangka Raya - Banjir yang melanda beberapa wilayah di Palangka Raya menunjukkan tanda-tanda mulai surut. Plt Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Palangka Raya, Hendrikus Satria Budi, menyatakan bahwa debit air di daerah terdampak banjir mengalami penurunan.
Penurunan debit air terpantau bervariatif di berbagai lokasi. Berdasarkan data yang dihimpun BPBD Palangka Raya, penurunan berkisar antara 2 hingga 5 sentimeter. Meskipun angka ini terbilang relatif kecil, namun hal ini menunjukkan tren positif dalam upaya penanganan banjir.
Meskipun debit air menurun, BPBD Palangka Raya tetap siaga dan terus memantau perkembangan situasi di lapangan.
Tim BPBD masih berada di lokasi terdampak untuk memberikan bantuan dan memastikan keselamatan warga. Mereka juga melakukan berbagai upaya untuk mempercepat proses surutnya banjir.
"Warga diimbau untuk tetap waspada dan tidak lengah meskipun debit air sudah mulai menurun," Senin, 17 Maret 2025.
BPBD Palangka Raya juga mengapresiasi kerja sama dan dukungan dari berbagai pihak dalam penanganan banjir ini. Kerja sama tersebut meliputi bantuan dari relawan, TNI, Polri, dan instansi terkait lainnya. Dukungan masyarakat juga sangat membantu dalam proses evakuasi dan penyaluran bantuan.
Ke depannya, BPBD Palangka Raya akan terus meningkatkan upaya pencegahan banjir. Hal ini meliputi perbaikan infrastruktur, penataan lingkungan, dan sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.
"Upaya tersebut diharapkan dapat meminimalisir dampak banjir di masa mendatang," pungkasnya. (PATHUR/H)









