KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kapuas terus mengintensifkan program Desa Tangguh Bencana (Destana) dan Kecamatan Tangguh Bencana (Kencana) untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat di daerah rawan bencana. 

Program ini ditujukan bagi desa-desa dengan risiko tinggi, terutama yang sering mengalami banjir serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Plt. Kepala BPBD Kapuas, Ahmad M Saribi, menekankan bahwa peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) di desa-desa rawan bencana menjadi bagian penting dalam program ini. 

Ia menyampaikan komitmen BPBD untuk melatih masyarakat agar lebih siap menghadapi ancaman bencana.

“Kita akan mengimplementasikan Kencana dan Destana. Kami berharap ke depan BPBD dapat melatih SDM di seluruh desa agar lebih siap menghadapi bencana,” ujarnya, Senin, 17 Maret 2025.

BPBD telah memetakan 214 desa di Kabupaten Kapuas, di mana sekitar 40 hingga 50 desa masuk dalam kategori prioritas utama atau “ring satu” untuk pembinaan Destana. 

Dengan pelatihan dan edukasi yang berkelanjutan, masyarakat diharapkan memiliki pemahaman yang lebih baik dalam mitigasi serta respons terhadap bencana, sehingga dapat bertindak cepat dan tepat saat situasi darurat terjadi. (DODI/R)