SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - PT Dharma Lautan Utama (DLU) Cabang Sampit mengimbau masyarakat untuk mudik lebih awal. Ini demi kelancaran kelancaran arus mudik Lebaran 2025 melalui jalur laut. 

"Mudik Lebaran memang tradisi kuat masyarakat kita. Namun, keterbatasan kapasitas membuat tidak semua permintaan menjelang Lebaran bisa dipenuhi," kata Manager DLU Cabang Sampit, Hendrik Sugiharto, Senin,17 Maret 2025. 

Jika masyarakat mudik mendekati Lebaran akan terjadi kepadatan penumpang yang akan menyulitkan para penumpang sendiri. Sehingga dirinya mengimbau masyarakat mudik lebih awal untuk perjalanan lebih nyaman.

"Oleh karena itu, kami anjurkan mudik lebih awal untuk perjalanan yang lebih nyaman. Kami juga memberikan diskon tiket 10% bagi pemudik yang berangkat antara H-30 hingga H-20 Lebaran. Mudik lebih awal memberi waktu lebih bersama keluarga dan menghindari kepadatan puncak arus mudik," ucapnya. 

Ia menambahkan untuk menghadapi lonjakan penumpang, DLU Sampit telah menyiapkan delapan kapal untuk arus mudik dan delapan kapal untuk arus balik.  Keenam kapal menuju Surabaya dan dua kapal menuju Semarang.

Kemudian, KM Dharma Ferry VI dengan kapasitas 500 penumpang dan KM Kirana III , kapasitas standar 800 penumpang akan digunakan. Kedua kapal telah dinyatakan laik laut dan lolos uji petik oleh KSOP Kelas III Sampit.

"Memang sekarang ini penjualan tiket masih sesuai kapasitas angkut, tapi kami berharap mendapat tambahan dispensasi dari Kementerian Perhubungan untuk mengakomodasi lebih banyak penumpang," ungkapnya. 

Lebih lanjut, DLU Sampit juga meningkatkan layanan penumpang dengan kabin ber-AC, tempat tidur/duduk sesuai tiket, makan tiga kali sehari, live music dua kali sehari, pemutaran film, dan layanan khusus anak-anak seperti pemberian balon untuk anak di bawah 10 tahun. 

"Perusahaan juga telah menggelar Rapat Koordinasi Angkutan Logistik dan Lebaran 2025 di Bali pada 15 Januari lalu untuk memastikan kesiapan armada dan pelatihan kru. Sehingga kami pastikan mudik dengan armada kami lebih nyaman dan aman. Tapi penumpang juga harus patuh pada aturan untuk mewujudkan itu," tutupnya. (DEVIANA/j)