BORNEONEWS, Palangka Raya - Sebuah perseteruan di media sosial antara mantan pacar dan pacar seorang pemuda di Barito Selatan (Barsel) berhasil diselesaikan secara virtual oleh Ipda Shamsuddin, atau yang dikenal sebagai Cak Sam, Ketua Tim Virtual Police Bidhumas Polda Kalteng.
Perseteruan ini melibatkan A (21), mantan pacar; W (20), pacar; dan B (24), pemuda asal Barsel yang menjadi penghubung keduanya.
Mereka terlibat saling sindir di media sosial, diduga karena rasa iri satu sama lain terhadap kehidupan masing-masing. Kata-kata yang tidak pantas bertebaran di platform media sosial, memancing konflik yang berpotensi meluas.
B, yang merasa terbebani dengan situasi tersebut, kemudian menghubungi Cak Sam untuk meminta bantuan menyelesaikan masalah.
Karena A berada di Bali, B di Buntok, Barsel, dan W di Palangka Raya, mediasi dilakukan secara virtual. Cak Sam memanfaatkan teknologi untuk menghubungkan ketiganya dan melakukan pembinaan serta mediasi secara daring.
'Proses ini memungkinkan saya untuk memberikan bimbingan langsung kepada para pihak yang terlibat tanpa terhalang jarak," kata Cak Sam, Selasa, 18 Maret 2025.
--page
Dalam mediasi virtual tersebut, Cak Sam menekankan pentingnya bijak dalam menggunakan media sosial. Ia mengingatkan mereka agar tidak saling mengganggu dan menghormati kehidupan masing-masing.
Cak Sam juga memberikan pemahaman tentang dampak negatif dari penggunaan media sosial yang tidak bertanggung jawab.
Hasilnya, mediasi virtual tersebut membuahkan hasil yang positif. A, W, dan B menyadari kesalahan mereka dan saling meminta maaf. Mereka berjanji untuk menggunakan media sosial dengan bijak dan tidak akan mengulangi perbuatan yang sama di masa mendatang.
"Semoga kasus ini dapat menjadi pembelajaran bagi pengguna media sosial lainnya untuk lebih bijak dan bertanggung jawab dalam berinteraksi di dunia digital," pungkasnya. (PATHUR/Y)









