PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Sekretaris Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Junaidi, menekankan pentingnya kerja sama semua pihak dalam menangani permasalahan banjir yang kerap melanda Kalteng.

Menurutnya, penanganan banjir bukan hanya tanggung jawab pemerintah saja, tetapi juga membutuhkan peran aktif dari masyarakat dan berbagai sektor terkait.

Junaidi menjelaskan bahwa banjir di Kalteng memiliki kompleksitas yang tinggi, melibatkan berbagai faktor penyebab, mulai dari faktor alam seperti curah hujan tinggi hingga faktor manusia seperti kerusakan lingkungan dan tata ruang yang tidak terencana. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan terpadu dan kolaboratif untuk mengatasi masalah ini.

Ia menyoroti pentingnya peran pemerintah dalam menyusun perencanaan tata ruang yang baik dan berkelanjutan. Perencanaan tata ruang yang memperhatikan aspek lingkungan dan mitigasi bencana sangat krusial untuk mengurangi risiko banjir.

"Selain itu, pemerintah juga perlu memastikan perawatan dan pengelolaan infrastruktur penunjang, seperti saluran drainase dan sungai," katanya, Selasa, 18 Maret 2025.

Masyarakat juga memiliki peran penting dalam upaya penanggulangan banjir. Junaidi mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan, seperti tidak membuang sampah sembarangan dan menjaga kebersihan saluran air.

Partisipasi aktif masyarakat dalam kegiatan gotong royong membersihkan lingkungan juga sangat diperlukan.

Selain pemerintah dan masyarakat, sektor swasta juga dapat berkontribusi dalam penanganan banjir. Junaidi mendorong sektor swasta untuk turut serta dalam program-program yang bertujuan untuk mengurangi risiko banjir, seperti program reboisasi dan pembangunan infrastruktur penunjang.

"Saya Junaidi berharap dengan kerja sama yang baik, permasalahan banjir di Kalteng dapat teratasi secara efektif dan berkelanjutan," pungkasnya. (PATHUR/H)