BORNEONEWS, Palangka Raya - Wabah penyakit mulut dan kaki atau PMK kembali menjadi ancaman serius bagi peternak sapi di Kota Palangka Raya. Kasus-kasus baru dilaporkan muncul di beberapa wilayah, menimbulkan kekhawatiran akan penyebaran yang lebih luas.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan Kesehatan Masyarakat Veteriner Pengolahan dan Pemasaran Hasil Ternak di Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan atau DPKP Kota Palangka Raya, drh Ganjar Priyatno mengimbau para peternak untuk meningkatkan kewaspadaan dan segera mengambil tindakan pencegahan.
"PMK adalah penyakit virus yang sangat menular dan dapat menyebabkan kerugian ekonomi yang signifikan bagi peternak," ujar drh Ganjar kepada Borneonews pada Selasa, 18 Maret 2025.
Gejala yang perlu diwaspadai, kata drh Ganjar, antara lain lepuh pada mulut, lidah, dan kaki sapi, serta demam tinggi dan penurunan nafsu makan.
Ganjar menjelaskan bahwa penyebaran PMK dapat terjadi melalui kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi, serta melalui pakan, air, dan peralatan yang terkontaminasi.
"Pencegahan adalah kunci utama dalam mengatasi wabah ini. Peternak harus menjaga kebersihan kandang, membatasi lalu lintas hewan ternak, dan melakukan vaksinasi secara teratur," tegasnya.
Pemerintah Kota Palangka Raya telah mengambil langkah-langkah untuk mengatasi wabah PMK, termasuk melakukan vaksinasi massal dan memberikan edukasi kepada peternak. Namun, dokter Ganjar menekankan bahwa partisipasi aktif dari para peternak sangat penting untuk keberhasilan upaya pengendalian penyakit ini.
"Kami mengimbau para peternak untuk segera melaporkan jika menemukan sapi yang menunjukkan gejala PMK. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter hewan untuk mendapatkan penanganan yang tepat," katanya.
Dokter Ganjar juga mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati dalam membeli daging sapi.
"Pastikan daging yang dibeli berasal dari sumber yang terpercaya dan telah melalui pemeriksaan kesehatan," imbaunya.
Dengan kewaspadaan dan kerja sama dari semua pihak, kita dapat mencegah penyebaran PMK dan melindungi peternakan sapi di Palangka Raya. (TESTI PRISCILLA/H)









