SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Masyarakat Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) yang membutuhkan KTP elektronik (KTP-el) dapat bernapas lega. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kotim mengumumkan ketersediaan 6 ribu keping blangko KTP-el. 

"Per hari Senin kemarin ketersediaan blanko kita ada 6 ribu keping.  Sehingga layanan pencetakan KTP-el, baik untuk pembuatan baru, perubahan data, penggantian yang rusak, maupun penggantian yang hilang, kini telah dibuka," kata Kepala Disdukcapil Kotim, Agus Tripurna Tangkasiang, Selasa, 18 Maret 2025.

Ia mengimbau masyarakat untuk segera mengurus pencetakan KTP-el mereka dengan membawa persyaratan yang dibutuhkan.  Untuk pencetakan baru, cukup melampirkan fotokopi Kartu Keluarga (KK) terbaru.  

Sementara, penggantian KTP-el yang hilang memerlukan surat keterangan kehilangan dari kepolisian.  Warga yang berhalangan hadir juga dapat mewakilkan orang lain dengan membawa surat kuasa bermaterai.

"Saat ini terdapat daftar tunggu pencetakan KTP-el sebanyak 2.335 keping, terutama untuk warga berusia 17 tahun ke atas yang telah melakukan perekaman," sebutnya.

Lebih lanjut ia mengungkapkan rata-rata pencetakan KTP-el per hari mencapai 250-300 keping.  Dengan demikian, stok blangko yang ada diperkirakan akan habis dalam waktu satu hingga satu setengah bulan.

"Untuk menghindari permasalahan administrasi, Disdukcapil memberlakukan kebijakan penukaran surat keterangan (suket) dengan KTP-el di kantor Disdukcapil.  Hal ini dilakukan untuk mencegah kasus KTP-el yang tidak diambil atau hilang setelah dicetak," terangnya. 

Proses pencetakan KTP-el sendiri relatif cepat, hanya membutuhkan waktu 5-10 menit jika jaringan internet lancar.  Namun, proses tersebut dapat lebih lama jika terjadi gangguan jaringan.

Disdukcapil Kotim terus berkoordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk memastikan ketersediaan blangko.  Meskipun permintaan blangko mencapai 20.000-30.000 keping, persetujuan Kemendagri bervariasi, antara 4.000-6.000 keping.

Disdukcapil akan mengajukan permintaan blangko baru saat stok tersisa 1.000 keping untuk memastikan kelancaran pelayanan kepada masyarakat.

"Kami  kembali diimbau untuk masyarakat Kotim segera mengurus KTP-el mereka guna menghindari penumpukan dan keterlambatan layanan," tutupnya. (DEVIANA/j)