BORNEONEWS, Tamiang Layang – Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Barito Timur, Eskop, menyatakan bahwa hasil kunjungan kerja anggota DPRD ke berbagai desa dalam daerah telah merangkum banyak aspirasi masyarakat yang belum terakomodasi dalam perencanaan pembangunan.
“Dari hasil reses, kami melihat bahwa hampir semua usulan masyarakat sudah pernah masuk dalam proses perencanaan melalui Musrenbang desa hingga kecamatan. Namun, karena keterbatasan anggaran, banyak yang belum terealisasi,” ujar Eskop saat diwawancarai usai rapat paripurna penyampaian laporan hasil reses perorangan, Selasa, 18 Maret 2025.
Ia menegaskan bahwa DPRD tetap berkomitmen memperjuangkan aspirasi tersebut. Setiap anggota dewan, yang rata-rata mengunjungi tiga desa, telah mencatat usulan dari sekitar 75 desa dalam reses kali ini.
Meski semua kebutuhan masyarakat dianggap prioritas, keterbatasan anggaran menjadi tantangan utama dalam merealisasikan program-program yang diusulkan.
“Setidaknya satu atau dua program utama dari tiap desa bisa diperjuangkan lebih lanjut. Kami akan mengawal usulan ini dalam pembahasan di tingkat kabupaten agar masuk dalam perencanaan pembangunan,” tambahnya.
Eskop menjelaskan bahwa laporan hasil reses saat ini masih dalam tahap penyerahan kepada eksekutif. Jika memungkinkan, beberapa usulan dapat diakomodasi dalam perubahan anggaran 2025 melalui Kebijakan Umum Perubahan Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUPA-PPAS). Namun, jika belum bisa, maka akan diperjuangkan dalam perencanaan tahun 2026.
“Kami akan terus berjuang karena ini adalah amanat undang-undang. DPRD memiliki pokok-pokok pikiran yang bisa diajukan, sehingga jika usulan sudah masuk dalam Musrenbang desa hingga kecamatan, kami akan kawal dalam pembahasan di tingkat kabupaten,” tegasnya.
Laporan hasil reses ini menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan anggaran dan pembangunan di Barito Timur ke depan. (AGUSTINUS BOLE MALO/j)









