BORNEONEWS, Palangka Raya - Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin menyalurkan 2.000 paket sembako kepada masyarakat yang terdampak banjir akibat luapan air Sungai Kahayan.
"Bantuan ini merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah kota dalam meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana," kata dia di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Selasa, 18 Maret 2025.
Ia menekankan bahwa pemerintah akan terus berupaya melakukan penanganan jangka panjang melalui peningkatan infrastruktur untuk mengurangi risiko banjir pada masa mendatang.
“Kami hadir untuk memastikan bahwa masyarakat yang terdampak banjir mendapatkan bantuan yang mereka butuhkan. Selain itu, kami juga akan fokus pada perbaikan infrastruktur yang menjadi penyebab utama terjadinya banjir,” katanya.
Wali Kota Palangka Raya dua periode ini, menambahkan bahwa pemerintah kota akan segera mengambil langkah-langkah konkret untuk memperbaiki sistem drainase dan infrastruktur lainnya.
Masyarakat yang menerima bantuan menyambut antusias upaya pemerintah kota. Mereka berharap agar perbaikan infrastruktur dapat segera direalisasikan demi keamanan dan kenyamanan lingkungan tempat tinggal mereka.
“Bantuan ini sangat membantu kami dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kami juga berharap agar pemerintah segera memperbaiki infrastruktur agar banjir tidak terjadi lagi,” ujar salah seorang warga penerima bantuan.
Pemerintah Kota Palangka Raya juga mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir, terutama selama musim hujan.
Masyarakat diajak untuk berpartisipasi aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan karena dapat memperparah kondisi drainase.
Pemerintah Kota Palangka Raya berkomitmen untuk terus berupaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui berbagai program dan kebijakan yang tepat sasaran.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya Heri Fauzi mengatakan banjir Sungai Kahayan dan Rungan semakin surut, berdasarkan laporan 15 kelurahan terdampak bencana itu dan pantauan BPBD setempat.
"Kondisi banjir saat ini sudah berangsur surut, tetapi masih ada beberapa wilayah yang terdampak, khususnya kelurahan di pinggiran sungai," kata dia.
Berdasarkan data BPBD Kota Palangka Raya, 6.727 KK terdampak banjir yang melanda 15 kelurahan di empat kecamatan, yaitu Jekan Raya, Pahandut, Bukit Batu, dan Sebangau.
Banjir yang melanda Kota Palangka Raya juga menyebabkan satu korban jiwa. Seorang anak kecil dilaporkan tenggelam saat mandi di kawasan pemukiman yang tergenang banjir di Jalan Mendawai Kelurahan Palangka, Kecamatan Jekan Raya.
"Berdasarkan informasi yang diterima, korban tidak bisa berenang sehingga terseret arus dan dinyatakan meninggal dunia setelah dilarikan ke rumah sakit terdekat yang ada di Palangka Raya," katanya.









