BORNEONEWS, Medan - Stasiun Meteorologi kelas II Maritim Belawan Medan mengingatkan para nelayan dan pemangku kepentingan lainnya agar mewaspadai potensi terjadinya gelombang tinggi di Samudera Hindia Barat Kepulauan Nias Sumatera Utara yang dapat mencapai 2,5 meter.
Prakirawan Stasiun Meteorologi kelas II Maritim Belawan Rizki Fadhillah Pratama Putra di Medan Selasa menjelaskan, tinggi gelombang antara 1,25 meter hingga 2,5 meter selain di Samudera Hindia Barat Kepulauan Nias, juga berpotensi terjadi di Perairan Barat Kepulauan Nias dan Perairan Barat Kepulauan Batu.
"Kondisi tersebut berpotensi terjadi mulai 18 hingga 21 Maret 2025," katanya.
Bibit siklon 91S terpantau di Samudera Hindia Selatan Jawa Barat bergerak ke arah Barat Daya-Barat yang dapat memicu peningkatan kecepatan angin dan tinggi gelombang.
Pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya bergerak dari Barat Laut-Timur laut dengan kecepatan angin berkisar 8-30 knot, sedangkan di wilayah Indonesia bagian selatan umumnya bergerak dari tenggara-Barat Daya dengan kecepatan 6-30 knot.
--page
Mengingat kondisi tersebut, diminta waspada kepada perahu nelayan jika kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,25 meter.
Demikian juga kepada kapal tongkang harus waspada jika kecepatan angin mencapai 16 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,5 meter.
ANTARA









