PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriyah/2025, permintaan parcel di Kota Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat, mengalami peningkatan signifikan.

Salah satu usaha parcel Camaraderie, milik Endang Suharti di Jalan Malijo, Kelurahan Madurejo, mencatat lonjakan pesanan hingga lebih dari 50 persen. Terlihat ia dan dua karyawannya sibuk menyiapkan pesanan parcel.

"Untuk peningkatan permintaan parcel Lebaran, dibanding hari biasa atau tahun lalu, sekitar 50 hingga 80 persen. Tahun ini cukup signifikan," ujar Endang Suharti saat ditemui pada Rabu, 19 Maret 2025.

Selain melayani pembelian langsung di toko, Camaraderie juga menerima pesanan dalam jumlah besar dari berbagai instansi dan perusahaan. Harga parcel yang ditawarkan bervariasi, mulai dari Rp150 ribu hingga Rp2 juta per paket.

Endang menjelaskan bahwa usahanya, yang dirintis sejak Februari 2023, terus mendapat respon positif dari pelanggan. Menurutnya, setiap menjelang hari besar, khususnya Idul Fitri, permintaan parcel selalu meningkat.

"Awalnya saya membuat parcel karena keluarga besar kami setiap tahun mengeluarkan zakat. Lalu kami kemas dalam bentuk parcel yang lebih menarik, waktu itu sekitar 300 - 500 parcel. Karena hobi, akhirnya saya putuskan untuk membuka usaha parcel," tuturnya.

Pada tahun pertama berdiri, usaha Camaraderie langsung mendapatkan permintaan yang cukup tinggi, mencapai 2.300 parcel. Tahun berikutnya, jumlah pesanan terus meningkat, termasuk dari daerah tetangga seperti Lamandau dan Sukamara.

"Pemesan dari luar pulau juga ada, seperti Jakarta dan Surabaya. Mereka ingin mengirim parcel ke relasi yang ada di Kobar. Meskipun ada biaya tambahan untuk pengiriman, mereka tetap memesannya," kata Endang.

Namun, saat dikonfirmasi menemani omset Endang Suharti ini enggan memberikan jawaban, karena privasi.

Kemudian, untuk meningkatkan pelayanan, usahanya juga menyediakan layanan pengantaran gratis di dalam kota dengan minimal pemesanan tiga parcel. Jika hanya satu parcel, tetapi ada pesanan lain dalam satu lokasi, pengiriman tetap bisa dibantu.

Endang mengakui bahwa saat ini banyak usaha parcel bermunculan di Pangkalan Bun. Oleh karena itu, ia berupaya menjaga kualitas isi parcel, mulai dari makanan, keramik, hingga kerapian penyusunan dan pelayanan pelanggan.

Namun, salah satu kendala yang dihadapi adalah keterbatasan stok barang saat permintaan tinggi mendekati Lebaran.

"Kalau ada yang pesan dalam jumlah banyak saat sudah dekat Lebaran, stok barang kami biasanya sudah habis. Kadang saya tanya ke agen, ternyata barangnya juga kosong atau harganya naik. Kami upayakan dulu dengan maksimal, lalu memberi pengertian kepada pemesan supaya tidak kecewa," pungkasnya. (DANANG/H)