BORNEONEWS, Palangka Raya – Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Kalimantan Tengah (Kalteng) meningkatkan pengawasan keselamatan transportasi darat. Upaya ini dilakukan untuk memastikan kelancaran dan keamanan perjalanan masyarakat selama arus mudik lebaran.
Salah satu langkah yang diambil adalah intensifikasi ramp check terhadap armada angkutan penumpang, khususnya bus.
Ramp check ini meliputi pengecekan kelengkapan surat-surat kendaraan, pemeriksaan fungsi-fungsi penting kendaraan, dan pemeriksaan fisik menyeluruh untuk memastikan kelaikan jalan. Hal ini dilakukan untuk menjamin keselamatan dan kenyamanan para pemudik.
Kepala BPTD Kelas II Kalteng, Muhammad Andi Rachmatullah, melalui Kasi Lalu Lintas Jalan, Sungai, Danau, Penyeberangan dan Pengawasan, Dailamianus, menjelaskan bahwa ramp check dilakukan di Terminal A W.A Gara Palangka Raya. Pemeriksaan dilakukan secara detail untuk mendeteksi potensi bahaya dan mencegah kecelakaan.
Hasil ramp check menunjukkan beberapa kendaraan angkutan umum telah diberi teguran, baik lisan maupun tertulis. Lebih lanjut, tiga unit armada dinyatakan tidak layak beroperasi dan dilarang melayani perjalanan mudik.
"BPTD Kalteng berkomitmen untuk terus meningkatkan pengawasan guna meminimalisir risiko kecelakaan," katanya, Rabu, 19 Maret 2025.
Dailamianus menambahkan bahwa ramp check akan diintensifkan setelah Kementerian Perhubungan menetapkan posko mudik Lebaran 2025.
BPTD Kalteng mendukung penuh kelancaran arus mudik dari Palangka Raya ke berbagai wilayah di Kalteng, serta ke provinsi tetangga seperti Kalimantan Selatan dan Kalimantan Barat.
BPTD Kelas II Kalteng berharap ramp check dapat meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pemudik. Komitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat selama mudik Lebaran 2025 tetap menjadi prioritas utama.
"Dengan demikian, diharapkan angka kecelakaan lalu lintas dapat ditekan seminimal mungkin," pungkasnya. (PATHUR/j)









