SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Muhammadiyah Kotawaringin Timur (Kotim) kembali menunjukkan komitmennya dalam membantu masyarakat dengan menggelar program sayang anak yatim dan peduli guru.

Kegiatan tersebut digelar di Aula Sekretariat Muhammadiyah, Jalan RA Kartini No. 1, Sampit, dan melibatkan 25 anak yatim serta 50 guru dari jenjang TK hingga SMK Muhammadiyah.

"Acara ini merupakan hasil kolaborasi antara Nasyiatul Aisyiyah dan LazisMu Kotim, yang terus aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan keagamaan," kata Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kotim, Livenur Hasby, Rabu, 19 Maret 2025.

Ia menjelaskan, Nasyiatul Aisyiyah merupakan organisasi pemudi dan remaja putri Muhammadiyah yang bergerak dalam berbagai aksi sosial. Program sayang anak yatim dan peduli guru mendapat dukungan dari LazisMu, lembaga yang fokus pada pengumpulan dan penyaluran zakat, infak, serta sedekah untuk masyarakat kurang mampu di Kotim.

"Kami berharap, meskipun bingkisan yang diberikan tidak terlalu besar, namun ini menjadi bentuk kepedulian dan apresiasi bagi para penerima, terutama menjelang Idulfitri," ujar Livenur.

Ketua Nasyiatul Aisyiyah Kotim, Ayu Oktariza mengatakan, awalnya program tersebut hanya kegiatan insidentil di luar bulan Ramadan. Namun, melihat manfaatnya yang besar bagi anak yatim dan para guru, pihaknya berencana menjadikannya sebagai agenda tahunan Muhammadiyah Kotim.

"Kami ingin program ini terus berlanjut dan semakin banyak anak yatim serta guru yang terbantu. Dukungan dari masyarakat sangat berarti untuk kelangsungan kegiatan sosial ini," kata Ayu Oktariza.

Dengan adanya program ini, pihaknya berharap dapat terus berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya anak yatim dan tenaga pendidik, demi menciptakan lingkungan yang lebih peduli dan harmonis. (DEWI PATMALASARI/j)