BORNEONEWS, Sampit – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), mengajak seluruh lapisan masyarakat dan instansi untuk mendukung Gerakan Lebaran Minim Sampah. Ajakan ini bertujuan untuk menekan lonjakan produksi sampah yang biasanya terjadi selama perayaan Idul Fitri 1446 Hijriah.
Pelaksana Tugas Kepala DLH Kotim, Marjuki, menyampaikan harapannya agar masyarakat, instansi, dan tempat usaha turut serta mengurangi produksi sampah.
"Ini demi kepentingan kita bersama,agar daerah kita lebih nyaman dan bersih," katanya, Kamis, 20 Maret 2025.
Ajakan ini juga merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup RI Nomor 02 tahun 2024. Surat edaran tersebut menekankan pentingnya pengurangan dan penanganan sampah, khususnya selama Lebaran, arus mudik, dan kegiatan wisata.
Ia menjelaskan bahwa potensi peningkatan sampah sangat tinggi jika masyarakat banyak menggunakan barang dan kemasan sekali pakai yang tak dapat didaur ulang.
--page
Ia mendorong penggunaan barang dan perlengkapan yang dapat digunakan kembali untuk mengurangi sampah pasca-perayaan. Pengendalian sampah pun perlu dilakukan secara intensif dan efisien di lokasi-lokasi publik seperti tempat perayaan, wisata, dan jalur mudik.
DLH Kotim berharap masyarakat lebih aktif berpartisipasi dalam program Mudik Minim Sampah dan Lebaran Minim Sampah, dengan membuang sampah pada tempatnya dan mengurangi penggunaan bahan yang menjadi sampah. Komitmen dari produsen dan pelaku usaha juga sangat penting dalam upaya ini.
Marjuki mengungkapkan bahwa dalam kondisi normal saja, sampah rumah tangga di Kotim khususnya di Mentawa Baru Ketapang dan Baamang mencapai 140 ton per hari, melebihi kapasitas pengangkutan DLH yang hanya 83 ton per hari. Meskipun menghadapi keterbatasan armada dan personel, DLH Kotim berkomitmen untuk bekerja ekstra selama libur dan hari besar keagamaan.
"Kami meminta kesadaran masyarakat dan semua pihak untuk membantu mengurangi produksi sampah rumah tangga. Tanpa dukungan dan kepedulian masyarakat, akan sulit mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, indah, dan nyaman," pungkasnya. (DEVIANA/Y)









