SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Kabupaten Kotawaringin Timur tengah mengalami tren positif dibidang kewirausahaan. Semakin banyak anak muda yang tertarik untuk memulai bisnis atau berwirausaha, sebuah perubahan signifikan dari pandangan sebelumnya.

"Kalau dulu mungkin banyak yang malu, kalau sekarang justru terbalik, kami bangga kalau punya usaha sendiri. Apalagi sekarang era online, jadi waktunya juga lebih fleksibel," ujar Kuswandi, mahasiswa di Sampit yang menjalankan usaha beras bersama rekannya, Kamis, 20 Maret 2025.

Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kotim menunjukkan peningkatan jumlah penduduk usia 15 tahun ke atas yang berusaha sendiri, meskipun lapangan pekerjaan utama masih didominasi oleh sektor pertanian sebesar 45,14 persen dan perdagangan sebesar 43,14 persen. 

Sebanyak 23,55 persen penduduk usia 15 tahun ke atas bekerja sebagai pengusaha sendiri, menunjukkan minat yang semakin besar terhadap kewirausahaan.

Kepala BPS Kotim, Eddy Surahman menilai tren ini sangat positif dan berpotensi memperkuat perekonomian serta membuka lapangan kerja baru. 

"Jika tren ini bisa terus dikembangkan akan memberikan dampak perekonomian yang lebih kuat dan pembukaan lapangan usaha yang lebih luas untuk penduduk di Kabupaten Kotawaringin Timur," ucapnya

Sedangkan menurut Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kotim, Wawan Setiawan, menambahkan bahwa HIPMI terus berupaya membina pengusaha muda melalui berbagai kegiatan seperti bazar UMKM dan Sampit Muslim Festival.

Ia mengakui masih ada sebagian pemuda yang ragu untuk memulai usaha, sehingga HIPMI berperan untuk memvalidasi pola pikir dan memberikan semangat kepada mereka. Ia  berharap pemuda Kotim tidak ragu untuk berwirausaha karena peluangnya masih terbuka lebar

"Ini bukan soal pemula dan senior, tetapi bagaimana kita menjalankannya. HIPMI menjadi tempat kita berdiskusi dan berkolaborasi menangkap peluang yang ada demi kemajuan bersama," tutup Wawan. (DEVIANA/r)