SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kotawaringin Timur (Kotim) mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran saat meninggalkan rumah untuk mudik Lebaran.

“Kami mengimbau masyarakat yang mudik agar memberitahu tetangga, ketua RT, atau pihak berwenang setempat. Pastikan semua peralatan listrik dalam keadaan mati, termasuk mencabut steker alat elektronik seperti kulkas jika ditinggal dalam waktu yang lama. Selain itu, regulator tabung gas sebaiknya dilepas untuk mencegah kebocoran,” kata Plt Kepala Disdamkarmat Kotim Atimaraahini, Kamis, 20 Maret 2025.

Selain itu, pemudik juga diminta memastikan rumah dalam kondisi terkunci rapat sebelum berangkat. Jika memungkinkan, warga dapat memberikan nomor kontak kepada tetangga atau RT setempat agar rumah bisa dipantau selama mudik.

Disdamkarmat Kotim telah menyiapkan lima sektor pos pemantau yang tersebar di beberapa wilayah, yaitu di Telawang, Pundu, Parenggean, Eka Pahuri, dan Samuda, serta satu pos pemantau di Kota Besi.

“Kami juga melakukan patroli berkala di wilayah Sampit dan berkoordinasi dengan kecamatan, kelurahan, Dinas Perhubungan (Dishub), serta Satpol PP,” pungkasnya.

Dengan langkah antisipasi ini, diharapkan masyarakat Kotim dapat menjalani mudik dengan tenang tanpa khawatir akan risiko kebakaran atau kejadian darurat lainnya. (DEWI PATMALASARI/j)