BORNEONEWS, Palangka Raya - Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) memastikan kesiapan menghadapi arus mudik Lebaran 2025 dengan mendirikan 16 posko pengawasan di berbagai titik strategis.
Posko-posko tersebut tersebar di terminal, bandara, dan pelabuhan di seluruh wilayah Kalteng. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Perhubungan Kalteng, Yulindra Dedy, pada Jumat, 21 Maret 2025.
"Posko ini akan mengawasi kegiatan mudik dan memastikan kelancaran transportasi darat, laut, dan udara," jelas Yulindra.
Pengawasan ini bertujuan untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi para pemudik selama perjalanan mereka. Selain pengawasan, posko juga berfungsi untuk memastikan layanan transportasi berjalan dengan baik dan lancar.
Sebanyak sembilan bandara di Kalteng akan memiliki posko mudik, didukung oleh empat terminal dan tiga pelabuhan besar. Distribusi posko yang merata ini diharapkan dapat menjangkau seluruh wilayah dan memberikan pelayanan maksimal kepada para pemudik.
--page
Dishub Kalteng telah mempersiapkan petugas yang terlatih dan terampil untuk bertugas di posko-posko tersebut. Prediksi jumlah pemudik tahun ini mengalami peningkatan signifikan. Dishub Kalteng memperkirakan jumlah pemudik akan meningkat dari 150.000 menjadi sekitar 280.000 orang. Peningkatan ini menuntut kesiapan yang lebih matang dari berbagai pihak, termasuk Dishub Kalteng.
Untuk mengantisipasi lonjakan pemudik, Dishub Kalteng akan memantau arus mudik secara intensif. Pemantauan akan dilakukan mulai H-7 hingga H+8 Idul Fitri. Hal ini memungkinkan Dishub Kalteng untuk melakukan tindakan cepat dan tepat jika terjadi kendala atau permasalahan di lapangan.
Dengan berbagai persiapan yang telah dilakukan, Dishub Kalteng optimis dapat memberikan pelayanan terbaik kepada para pemudik.
"Semoga arus mudik dan balik Lebaran 2025 di Kalteng dapat berjalan lancar, aman, dan nyaman bagi seluruh masyarakat," pungkasnya. (PATHUR/y)









