BORNEONEWS, Palangka Raya - Jelang Hari Raya Idul Fitri, Sekretaris Komisi II DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Junaidi, meminta pemerintah daerah untuk melakukan pemantauan harga kebutuhan pokok secara intensif.
Pemantauan ini penting dilakukan untuk memastikan ketersediaan dan stabilitas harga bahan pokok, sehingga masyarakat dapat merayakan Lebaran dengan tenang.
Junaidi menekankan pentingnya pemantauan harga sembako mulai H-7 Idul Fitri. Pemantauan ini bertujuan untuk mencegah terjadinya lonjakan harga yang tidak wajar dan memastikan ketersediaan bahan pokok di pasaran. Lonjakan harga yang signifikan dapat memberatkan masyarakat, khususnya mereka yang memiliki daya beli rendah.
"Pemantauan harus dilakukan di pasar tradisional maupun modern," ujar Junaidi, Jumat, 21 Maret 2025.
Hal ini penting untuk mendapatkan gambaran yang komprehensif mengenai harga dan ketersediaan bahan pokok di seluruh wilayah Kalteng. Data yang akurat dan terupdate akan membantu pemerintah dalam mengambil langkah-langkah yang tepat.
Pemerintah juga diminta untuk menyiapkan langkah antisipasi jika terjadi gejolak harga. Langkah-langkah ini dapat berupa operasi pasar, subsidi, atau kebijakan lainnya yang bertujuan untuk menstabilkan harga dan ketersediaan bahan pokok. Ketepatan dan kecepatan dalam merespon gejolak harga sangat penting.
DPRD Kalteng berharap agar pemerintah dapat bekerja sama dengan berbagai pihak, seperti pedagang, distributor, dan produsen, untuk memastikan ketersediaan dan stabilitas harga sembako selama periode menjelang dan selama Idul Fitri.
"Kerjasama yang baik akan mempermudah upaya menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok," pungkasnya. (PATHUR/H)









