BORNEONEWS, Sampit - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), akan mengambil langkah cepat untuk mengatasi penumpukan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) setempat.
Akibat kondisi jalan yang rusak karena hujan, akses ke beberapa area TPA menjadi terbatas, sehingga penumpukan sampah semakin parah.
"Saat ini yang paling dikeluhkan adalah tumpukan sampah di TPA. Kita berupaya sebelum hari raya agar tidak terus menumpuk di TPA," ungkap Pelaksana Tugas Kepala Dinas DLH Kotim, Marjuki, Jumat, 21 Maret 2025.
Ia menjelaskan bahwa TPA seluas 68 hektare di Jalan Jenderal Sudirman km 15 terbagi dalam beberapa blok, namun banyak yang tak dapat diakses truk sampah karena kondisi jalan yang rusak lantaransering diguyur hujan seperti saat ini. Untuk mengatasi masalah ini, DLH berencana meminjam ekskavator dari Balai Penyuluh Pertanian (BPP) di sejumlah kecamatan.
"Mungkin dalam satu atau dua hari ini akan diteken suratnya, kita akan pinjam dulu alat pertanian yaitu ekskavator di kecamatan untuk dibawa ke TPA. Saya ajukan pinjam minimal dua unit, kalau bisa lebih. Kita pinjam dulu karena alat kita di TPA sering rusak," jelas Marjuki.
Ia menambahkan bahwa Bupati Halikinnor telah mendukung rencana ini. Minimnya alat berat yang berfungsi di TPA menjadi kendala utama dalam mengurai tumpukan sampah. Jika tidak segera ditangani, penumpukan sampah akan semakin membesar dan sulit diatasi.
Selain meminjam ekskavator, DLH Kotim juga akan melakukan penataan depo sampah dan optimalisasi pengelolaan TPA. Marjuki berharap dengan upaya ini, pengangkutan sampah dari delapan depo di Sampit ke TPA dapat berjalan lebih lancar.
"Kami juga meminta kepedulian seluruh masyarakat, instansi, pengelola tempat usaha dan tempat wisata untuk turut menekan produksi sampah dan membuang sampah pada tempat dan waktu yang sudah ditentukan," imbuh Marjuki. (DEVIANA/H)









