SAMPIT –

BORNEO NEWS, Sampit - Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Sampit memprediksi lonjakan jumlah pemudik Lebaran 2025 hingga 15 persen dibandingkan tahun lalu. 

Kepala Seksi Lalu Lintas Angkutan Laut dan Usaha Kepelabuhan KSOP Kelas III Sampit, Gusti Muchlis, mengungkapkan bahwa jumlah pemudik tahun lalu mencapai 22.553 orang. 

"Saat angkutan Lebaran tahun kemarin berjumlah 22.553 pemudik, sedangkan tahun 2025 ini jumlah pemudik diprediksi mencapai 25.936 penumpang atau kenaikan sekitar 15 persen dari tahun kemarin," ungkap Muchlis, Jumat, 21 Maret 2025.

Perhitungan jumlah penumpang ini hanya mencakup periode H-10 sampai H+10 Lebaran.  Keberangkatan sebelum 21 Maret tidak termasuk dalam data penumpang angkutan Lebaran 2025. Berbeda dengan tahun arus mudik dimulai sejak H-15 sampai H+15 Lebaran. 

Selama masa angkutan Lebaran tahun ini, tercatat sembilan kali keberangkatan kapal dari Sampit menuju Surabaya dan Semarang.

PT Dharma Lautan Utama mengoperasikan dua kapal dengan lima kali keberangkatan, sementara PT Pelni mengoperasikan tiga kapal dengan empat kali keberangkatan.

"Ini sudah ada dua call yang berangkat, jadi tersisa tujuh call. Kalau dihitung sejak awal Ramadan mungkin sudah lebih dari 5.000 penumpang yang diberangkatkan.Kami   KSOP Sampit terus memantau dan memastikan kelancaran arus mudik Lebaran 2025," tutupnya. (DEVIANA/R)