PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Anggota DPRD Palangka Raya, Bennie Brian Tonni Embang menekankan bahwa perubahan iklim bukan hanya isu global, tetapi juga berdampak langsung pada masyarakat lokal. 

Dampak tersebut mencakup berbagai aspek kehidupan, termasuk kesehatan, produksi pangan, dan bencana ekologis.

Perubahan iklim juga katanya, dapat mempengaruhi kesehatan manusia secara langsung dan tidak langsung, serta  mempengaruhi produksi pangan lokal. 

Perubahan iklim berkontribusi pada peningkatan frekuensi dan intensitas bencana alam, seperti banjir.

"Penting bagi masyarakat lokal untuk meningkatkan kapasitas dalam menghadapi dampak perubahan iklim melalui pendidikan, adaptasi teknologi, dan kebijakan yang mendukung keberlanjutan lingkungan," katanya, Jumat, 21 Maret 2025.

Ungkap Bennie, ada strategi yang dapat diterapkan oleh pemerintah daerah dan masyarakat seperti menggunakan metode pertanian ramah lingkungan seperti agroforestri, penanaman varietas tahan kekeringan, dan pupuk organik.Membangun sistem drainase yang baik untuk mengurangi risiko banjir.

Pemerintah daerah  juga dapat mengeluarkan regulasi yang mendukung praktik ramah lingkungan, dan memberikan insentif bagi usaha yang menerapkan ekonomi hijau.

"Sehingga diharapkan masyarakat lokal dapat lebih siap menghadapi dampak perubahan iklim dan tetap menjaga keseimbangan ekosistem untuk generasi mendatang," tutupnya. (MARINI/R)