BORNEONEWS, Palangka Raya - Anggota DPRD Palangka Raya, Hasan Busyairi menyampaikan perubahan cuaca yang tidak menentu di Palangka Raya membuat nelayan harus lebih waspada dalam beraktivitas di perairan.
Cuaca ekstrem seperti hujan lebat, angin kencang, dapat membahayakan keselamatan nelayan serta menghambat hasil tangkapan ikan.
"Kondisi cuaca saat ini tidak bersahabat, nelayan harus waspada perhatikan keselamatan saat beraktivitas di air Sungai," ujarnya, Jumat, 21 Maret 2025.
Ungkap Hasan, faktor cuaca dapat mempengaruhi nelayan seperti angin kencang, dapat menyebabkan perahu nelayan sulit dikendalikan dan meningkatkan risiko kecelakaan di perairan dan hujan lepat mengurangi visibilitas dan membuat navigasi lebih berisiko.
Selain itu, cuaca buruk dapat membuat nelayan sulit melaut, sehingga produksi ikan menurun, berkurangnya tangkapan berdampak pada pemasukan nelayan dan pasokan ikan di pasar lokal, dan risiko kecelakaan dapat saja terjadi akibat kondisi cuaca yang tidak stabil.
"Imbauan bagi nelayan memantau prakiraan cuaca dari BMKG sebelum mencari ikan menggunakan peralatan keamanan seperti jaket pelampung dan alat komunikasi darurat, menghindari perairan berisiko ketika cuaca ekstrem terjadi, dan mencari alternatif mata pencaharian sementara jika kondisi cuaca tidak memungkinkan untuk mencari ikan," imbaunya. (MARINI/R)









