PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Bank Indonesia (BI) Kalimantan Tengah (Kalteng) memperkenalkan uang rupiah kertas pecahan Rp20.000 tahun emisi 2022. Langkah ini bertujuan untuk mencegah peredaran uang palsu, terutama saat hari besar keagamaan di mana transaksi tunai meningkat.

"Untuk menghindari peredaran uang palsu, masyarakat dianjurkan mengenali ciri-ciri keaslian uang Rupiah melalui metode 3D: Dilihat, Diraba, Diterawang," ujar, Kepala Perwakilan BI Kalteng, Yuliansah Andrias, Jumat, 21 Maret 2025.

Dengan memahami dan mengenali ciri-ciri keaslian uang rupiah, masyarakat dapat berperan aktif dalam mencegah peredaran uang palsu, khususnya saat periode transaksi tinggi seperti hari besar keagamaan.

"Untuk uang kertas Rp20.000 ini memiliki beberapa ciri khas yang penting untuk dikenali guna memastikan keasliannya. Ciri umum bagian depan gambar utama Pahlawan Nasional Dr. G.S.S.J. Ratulangi beserta tulisan "Dr. G.S.S.J. RATULANGI". Serta gambar lambang negara "Garuda Pancasila"," bebernya.

Sebutan pecahan dalam angka "20000" dan tulisan "DUA PULUH RIBU RUPIAH". warna dominan hijau, ukuran 141 mm x 65 mm. Hasil cetak yang terasa kasar jika diraba pada bagian tertentu. Terdapat kode tunanetra (blind code) untuk memudahkan penyandang tunanetra mengenali nominal uang.

Sedangkan ciri khusus bagian belakang gambar tarian tradisional Tari Gong, gambar pemandangan alam Kepulauan Derawan, gambar bunga Anggrek Hitam, Tulisan "BANK INDONESIA", sebutan pecahan dalam angka "20000" dan tulisan "DUA PULUH RIBU RUPIAH", kemudian ada gambar motif khas Indonesia, dan tulisan "PERURI" sebagai penanda pencetak uang.

"Pengenalan ciri tersebut sangat penting untuk menghindari peredaran uang palsu dan memastikan transaksi keuangan yang aman terutama saat hari besar keagamaan," tutupnya. (MARINI/j)