BORNEONEWS, Sampit – Harga emas di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, khususnya di Pasar PPM Sampit, mengalami kenaikan signifikan dalam beberapa pekan terakhir. Kenaikan mencapai Rp30.000 hingga Rp40.000 per gram.
Lia, pemilik Toko Mitra Baru di Pasar PPM Sampit mengungkapkan kenaikan harga emas ini mengikuti tren global. Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat menjadi salah satu faktor penyebab utama kenaikan tersebut.
"Daerah kita ini mengikuti harga dunia. Kalau harga emas dunia naik, kita juga naik," jelas Lia, Jumat, 21 Maret 2025.
Kenaikan harga emas ini berdampak positif pada omzet penjualan. Ia menuturkan, sejak beberapa waktu lalu, omzet tokonya telah meningkat sekitar 10 persen. Ia memprediksi kenaikan ini akan berlanjut hingga menjelang Lebaran.
"Menjelang akhir pekan dan mendekati Lebaran, biasanya pembeli dari luar Sampit juga datang," tambahnya.
Permintaan emas 99,9 persen meningkat drastis menjelang Lebaran. Ia menyebutkan, jika biasanya hanya 40-60 persen pembeli memilih emas 99,9 persen, kini angkanya mencapai 70 persen. Hal ini dipicu oleh banyaknya masyarakat yang menerima Tunjangan Hari Raya (THR) dan ingin berinvestasi pada emas.
"Banyak yang beli karena dapat THR, ada uang dingin yang ingin dibelanjakan ke emas," imbuhnya.
Meskipun terjadi peningkatan penjualan, Lia mengamati bahwa tren jual beli emas cenderung seimbang (fifty-fifty) setelah Lebaran. Tidak ada lonjakan penjualan atau pembelian yang signifikan.
"Biasanya orang tidak langsung banyak menjual setelah Lebaran, tapi mengikuti tren pasar saja," ujarnya.
Harga emas per hari ini yaitu emas 999 dibandrol dengan harga Rp1.580.000 per gram, emas kadar 750 di harga Rp1.310.000 per gram, kadar 700 di harga Rp 1.210.000 , emas 420 di harga Rp760. 000 per gram dan emas 375 di harga Rp 720.000 per gram. (DEVIANA/j)









