BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Masyarakat Kelurahan Raja Seberang mempunyai cara tersendiri untuk merayakan bulan suci ramadan, salah satu contohnya adalah menggelar Festival Keriang Keriut yang diadakan sejak tahun 2023 hingga kini.
Festival Keriang Keriut sendiri merupakan festival budaya dan tradisi yang dilakukan warga Raja Seberang yang mana diambil dari gerakan api obor atau lampu minyak yang bergoyang. Lurah Raja Seberang, Yaumil menyampaikan, Keriang Keriut merupakan bahasa lokal warga Raja Seberang.
"Kata orang tua dulu, nama Keriang Keriut diambil dari gerakan api obor atau lampu minyak yang bergoyang ketika ditiup angin atau yang sering disebut warga dengan bahasa lokal yaitu Keriang Keriut, di saat lampu obor hidup datang hewan kariangan menyambangi lampu obor," jelasnya, Jumat, 21 Maret 2025.
Festival Keriang Keriut menghadirkan sejumlah perlombaan, diantaranya perlombaan bintang vokal islami untuk putra putri, hafalan doa selamat pendek dan doa qunut putra putri, serta getek hias tema islami.
Lanjut, Lurah Raja Seberang menyampaikan, selain menjaga tradisi dari orang tua sesepuh dari zaman dulu yang tinggal di bantaran sungai Arut Selatan, hadirnya Festival Keriang Keriut bertujuan untuk membantu perkembangan UMKM.
"Di sisi lain festival ini diharapkan mampu menghidupkan UMKM di Bantaran Sungai Raja Seberang sehingga dapat menambah penghasilan UMKM," tambahnya. (NURITA/j)









