MUARA TEWEH –

BORNEONEWS, Muara Teweh – Sebuah kisah kemanusiaan yang menyentuh hati kembali terwujud melalui kepedulian yang ditunjukkan oleh H. Abdul Rasid, pemilik CBI Group. Di tengah kesibukan bisnisnya, ia rutin membagikan rezeki kepada masyarakat. Kali ini, zakat yang diberikan melalui PT Sepalar Yasa Kartika (SYK) tiba di lima desa di Kabupaten Barito Utara. Keberadaan perusahaan ini pun tak hanya memberi dampak ekonomi, namun juga sosial yang nyata bagi warga setempat.

Sebanyak lima ton beras zakat disalurkan kepada masyarakat di Desa Mukut, Desa Pendreh, Desa Ipu, Desa Nihan, dan Desa Lahei 2. Penyerahan bantuan ini dilaksanakan di kantor PT SYK Muara Teweh, dan diterima langsung oleh perwakilan setiap desa.

General Manager PT SYK Muara Teweh Jeffri ST Sormin mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen tahunan perusahaan. “Owner rutin menyalurkan zakat berupa beras kepada masyarakat di sekitar kebun perusahaan," ujarnya, Sabtu, 22 Maret 2025.

Jeffri menambahkan, kebetulan PT SYK melakukan pengembangan usaha di Kabupaten Barito Utara. Sehingga pihaknya mendapat jatah zakat sebanyak lima ton untuk lima desa sekitar kebun.

Tahun ini, setiap desa menerima satu ton beras zakat. Desa Mukut penerimanya diwakili oleh Sekretaris Desa, Desa Pendreh oleh Kepala Desa Ating J, dan Desa Ipu oleh Kepala Desa Harianto Riadi. Sementara itu, Kelurahan Lahei 2 juga menerima zakat yang diserahkan langsung oleh perwakilan perusahaan.

“Terima kasih atas perhatian dan zakat yang diberikan kepada masyarakat Ipu. Bantuan ini sangat berarti bagi kami. Semoga hubungan baik ini terus terjalin, dan masyarakat kami semakin sejahtera,” ungkap Kepala Desa Ipu, Harianto Riadi.

Sambutan hangat juga datang dari Kepala Desa Pendreh, Ating J. Ia menilai, penyaluran zakat itu sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. "Ini juga mempererat hubungan antara perusahaan dengan warga desa. Semoga kedepannya semakin banyak kegiatan positif seperti ini yang bisa dilakukan bersama.”

Zakat yang disalurkan oleh H. Abdul Rasyid bukan hanya soal angka dan materi. Lebih dari itu, ia menjadi simbol kepedulian yang menumbuhkan rasa kebersamaan dan mempererat ikatan antara perusahaan dan masyarakat. Keberadaan perusahaan ini memang tak hanya mendatangkan keuntungan ekonomi, tetapi juga memberikan manfaat sosial yang nyata.

(*/j)