BORNEONEWS, Palangka Raya - Saat Ramadan dan menjelang Idul Fitri, kebutuhan masyarakat akan daging sapi cenderung meningkat.
Untuk mengantisipasi lonjakan permintaan dan potensi kenaikan harga, anggota DPRD Palangka Raya, Sumadi meminta pemerintah daerah perlu memastikan ketersediaan daging sapi yang cukup selama periode tersebut.
Dan meminta Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), melakukan pemantauan dan pengawasan rutin, serta berkoordinasi dengan Perum Bulog dan distributor untuk menjaga ketersediaan bahan pangan.
"Pemerintah harus berupaya mengantisipasi kebutuhan dan ketersediaan daging sapi serta gejolak harga daging, khususnya saat Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri," ujarnya, Sabtu, 22 Maret 2025.
Langkah tersebut diharapkannya dapat menjaga stabilitas harga dan ketersediaan daging sapi selama Ramadan dan Idul Fitri, sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah dan merayakan hari raya dengan tenang.
Selain itu, ia mendorong agar Pemerintah Kota Palangka Raya bekerja sama dengan Dinas Perdagangan dan Dinas Pertanian memantau stok daging sapi di pasar tradisional dan modern. Dan melakukan koordinasi dengan peternak lokal dan distributor untuk memastikan kelancaran pasokan daging sapi.
"Serta menggelar operasi pasar murah di berbagai mecamatan/kelurahan untuk menyediakan daging sapi dengan harga terjangkau bagi masyarakat, dan menetapkan harga eceran tertinggi (HET) untuk menghindari spekulasi harga yang berlebihan," pungkasnya. (MARINI/H)









