PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Anggota Komisi II DPRD Palangka Raya, Erlan Audri, menekankan bahwa program penghijauan memiliki peran penting dalam mitigasi perubahan iklim. 

"Penghijauan, melalui penanaman pohon dan pelestarian hutan, berkontribusi signifikan dalam menyerap emisi gas rumah kaca, terutama karbon dioksida, sehingga membantu mengurangi dampak perubahan iklim," katanya, Sabtu, 22 Maret 2025.

Upaya mitigasi perubahan iklim ini juga katanya, mencakup berbagai tindakan yang bertujuan untuk mengurangi atau mencegah emisi gas rumah kaca. Salah satu strategi efektif adalah melalui penghijauan dan reforestasi, yang tidak hanya menyerap karbon dioksida tetapi juga meningkatkan kualitas lingkungan dan keanekaragaman hayati.

Ia juga mendorong, komitmen Pemerintah Kota Palangka Raya dan masyarakat dalam menjaga lingkungan melalui aksi nyata seperti penghijauan. Serta peran aktif di kalangan pelajar melalui pendidikan lingkungan, dan aksi nyata seperti penanaman pohon sebagai bagian dari upaya mitigasi perubahan iklim, melalui pendidikan dan partisipasi generasi muda. 

"Dengan demikian, program penghijauan tidak hanya berfungsi sebagai langkah estetika atau konservasi di perkotaan, tetapi juga sebagai strategi kunci dalam mitigasi perubahan iklim," bebernya.

Ia menambahkan, partisipasi aktif dari berbagai elemen masyarakat, termasuk pemerintah, lembaga pendidikan, dan komunitas lokal, sangat diperlukan untuk mencapai tujuan ini. (MARINI/H)