BORNEONEWS, Sampit - Arus mudik Lebaran 2025 di Pelabuhan Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah terus meningkat. Pada hari kedua masa angkutan Lebaran, sebanyak 851 penumpang diberangkatkan menuju Surabaya menggunakan KM Kelimutu milik PT Pelni.
"Informasi dari PT Pelni bahwa KM Kelimutu ini adalah kapal tambahan di masa angkutan Lebaran 2025 ini. Kapal yang reguler PT Pelni melayani Pelabuhan Sampit adalah KM Lawit," kata Kepala Seksi Lalu Lintas Angkutan Laut dan Usaha Kepelabuhanan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Sampit, Gusti Muchlis, Sabtu, 22 Maret 2025.
Pemberangkatan KM Kelimutu berjalan lancar. Penumpang memasuki kapal dengan tertib di bawah arahan petugas gabungan. KM Kelimutu sebelumnya baru tiba dari Semarang dan menurunkan 21 penumpang di Sampit sebelum kembali diberangkatkan menuju Surabaya.
Muchlis menambahkan bahwa KM Kelimutu merupakan kapal ketiga yang beroperasi selama masa angkutan Lebaran 2025. Dua kapal milik PT Dharma Lautan Utama, KM Dharma Ferry VI dan KM Kirana III, telah berangkat sebelumnya menuju Surabaya dan Semarang, masing-masing.
"Sampai hari ini atau hari kedua angkutan Lebaran 2025, jumlah pemudik sudah mencapai 1.997 orang yang diangkut tiga kapal dengan tujuan Semarang dan Surabaya," jelasnya.
Melihat jumlah penumpang yang berangkat, Muchlis memperkirakan puncak arus mudik telah dimulai. Arus mudik di Pelabuhan Sampit sendiri telah berlangsung sejak awal Ramadhan.
"Puncaknya nanti kemungkinan tanggal 28 Maret. Kebetulan tanggal itu ada tiket gratis yang diselenggarakan Kementerian Perhubungan. Tanggal 24 dan 26 Maret juga ada program Mudik Gratis dari PT Pelni dengan tujuan Semarang," imbuhnya.
Sepanjang masa angkutan Lebaran 2025 yaitu 21 Maret hingga H-1 Lebaran, terjadwal 9 keberangkatan kapal dari Pelabuhan Sampit menuju Semarang dan Surabaya. Lima keberangkatan dilayani oleh PT Dharma Lautan Utama, dan empat lainnya oleh PT Pelni. (DEVIANA/H)









