BORNEONEWS, Palangka Raya - Luapan Sungai Kahayan, Sungai Rungan, dan Sungai Sabangau telah melanda 16 dari 30 kelurahan di Kota Palangka Raya. Banjir ini menyebabkan sejumlah wilayah terendam air dengan ketinggian bervariasi. Kondisi ini menimbulkan keprihatinan dan memerlukan penanganan segera dari pemerintah daerah.
Kelurahan-kelurahan yang terdampak luapan air sungai Kahayan dan Sungai Rungan meliputi Tangkiling, Tumbang Tahai, Marang, Sei Gohong, Palangka, Bukit Tunggal, Petuk Katimpun, Tumbang Rungan, Pahandut Seberang, Pahandut, Tanjung Pinang, Langkai, Danau Tundai, Kalampangan, Kameloh Baru, dan Bereng Bengkel. Kondisi ini menyebabkan aktivitas warga terganggu dan sejumlah rumah terendam air.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Palangka Raya, Heri Fauzi, menjelaskan bahwa debit air di setiap wilayah terdampak mengalami kenaikan antara 2 hingga 10 sentimeter.
"Kami akan terus memantau perkembangan situasi dan melakukan koordinasi dengan instansi terkait untuk memberikan bantuan kepada warga yang terdampak," Minggu, 23 Maret 2025.
BPBD Palangka Raya telah melakukan berbagai upaya untuk membantu warga terdampak banjir. Upaya tersebut meliputi penyediaan tempat evakuasi, pendistribusian bantuan logistik, dan pembersihan lokasi terdampak banjir. Pihaknya juga berkoordinasi dengan instansi terkait untuk penanganan jangka panjang.
Pemerintah Kota Palangka Raya mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan mengikuti arahan dari petugas BPBD. Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan aktivitas di sekitar sungai dan tetap menjaga keselamatan diri. Pemerintah daerah berkomitmen untuk mengatasi dampak banjir dan membantu warga yang terdampak.
BPBD Palangka Raya terus melakukan pemantauan dan penanggulangan banjir. Informasi terkini dan perkembangan situasi akan terus diinformasikan kepada masyarakat.
"Kami berharap agar situasi dapat segera membaik dan warga terdampak dapat segera kembali beraktivitas normal," pungkasnya. (PATHUR/j)









