PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Ketua Komisi II DPRD Kota Palangka Raya, Arthur Apriossi Tuwan, menekankan pentingnya penerapan kebijakan berkelanjutan pengelolaan sampah yang efektif, tidak hanya menjaga kebersihan lingkungan tetapi juga memiliki potensi untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui sistem pengelolaan mandiri.

"Pengelolaan sampah mandiri untuk meningkatkan PAD melalui pemberdayaan masyarakat untuk memilah sampah rumah tangga dan menyetorkannya ke bank sampah. Sampah yang memiliki nilai ekonomi, seperti plastik dan kertas, dapat dijual kembali atau didaur ulang. Hasil penjualan sampah ini dapat meningkatkan pendapatan masyarakat, dan secara tidak langsung meningkatkan PAD melalui pajak dan retribusi," ujarnya, Minggu, 23 Maret 2025.

Ia meminta Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya dapat memfasilitasi pendirian industri daur ulang yang mengolah sampah menjadi produk bernilai jual. Industri tersebut katanya, dapat menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan perekonomian lokal.

"Dengan sistem pengelolaan sampah yang baik, pemerintah kota dapat menerapkan retribusi kepada masyarakat dan pelaku usaha. Pendapatan dari retribusi ini dapat digunakan untuk meningkatkan layanan pengelolaan sampah dan infrastruktur terkait," anjurnya.

Tidak kalah penting, Pemko Palangka Raya dalam meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah melalui program edukasi dan sosialisasi. Serta, partisipasi aktif masyarakat dalam pengelolaan sampah akan mempermudah implementasi kebijakan dan program terkait.

"Diharapkan pengelolaan sampah mandiri dapat berkontribusi signifikan dalam meningkatkan PAD Kota Palangka Raya, sekaligus menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat bagi warganya," tutupnya. (MARINI/j)