PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit atau BPDP melaksanakan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama atau PKS tiga pihak untuk Gelombang III program Penyaluran Dana Peremajaan Sawit Rakyat atau PSR. Acara tersebut mengundang 28 Lembaga Pekebun dari berbagai provinsi di Indonesia untuk mendukung peremajaan kebun sawit rakyat. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen BPDP dalam meningkatkan produktivitas perkebunan kelapa sawit serta kesejahteraan petani.

Sebanyak 12 Lembaga Pekebun dari Provinsi Aceh menjadi peserta terbesar dalam program ini. Selain itu, Provinsi Sumatera Utara diwakili oleh 3 Lembaga Pekebun, Bengkulu oleh 2 Lembaga Pekebun, Riau oleh 1 Lembaga Pekebun, Jambi oleh 6 Lembaga Pekebun, Lampung oleh 2 Lembaga Pekebun, Kalimantan Selatan oleh 1 Lembaga Pekebun, dan Sulawesi Barat oleh 2 Lembaga Pekebun. Semua lembaga tersebut memiliki komitmen tinggi dalam mendukung peremajaan perkebunan kelapa sawit rakyat.

"Dalam gelombang ini, total luas lahan perkebunan yang akan diperemajakan mencapai 4.222,56 hektare," kata Direktur Penghimpunan Dana BPDP, Normansyah Hidayat Syahruddin dalam rilisnya pada Minggu, 23 Maret 2025.

Dana PSR yang akan diterima oleh lembaga pekebun ditetapkan sebesar Rp60 juta per hektare, sesuai dengan Surat Keputusan Direktur Utama BPDP.

"Penetapan ini diharapkan memberikan dampak positif terhadap perkembangan sektor perkebunan kelapa sawit di Indonesia," katanya.

Penyaluran dana PSR dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama akan mengalokaskatanya persen dari total dana kepada masing-masing lembaga pekebun, sementara 50 persen sisanya akan disalurkan setelah proses pembangunan peremajaan kebun memasuki tahap penanaman. Mekanisme ini bertujuan memastikan dana digunakan secara efektif dan sesuai dengan target yang ditetapkan.

Program PSR ini tidak hanya menjadi solusi bagi kebun yang produktivitasnya menurun tetapi juga mendukung aspek keberlanjutan lingkungan.

"BPDP mendorong semua lembaga pekebun untuk menjaga prinsip-prinsip keberlanjutan dalam peremajaan kebun. Dengan program ini, BPDP berharap dapat memperkuat kontribusi kelapa sawit sebagai komoditas unggulan bagi perekonomian Indonesia," tuturnya.

Melalui kegiatan ini, BPDP menunjukkan komitmen kuatnya dalam mendukung sektor perkebunan kelapa sawit rakyat. Peremajaan kebun sawit rakyat diharapkan membawa manfaat besar, baik dari segi peningkatan produktivitas maupun kesejahteraan para pekebun di seluruh Indonesia. Hal ini juga menjadi langkah strategis dalam menjaga posisi Indonesia sebagai produsen utama kelapa sawit dunia. (TESTI PRISCILLA/j)