BORNEONEWS, Palangka Raya - PT SSMS Tbk terus menunjukkan komitmen besar dalam mendukung pelestarian lingkungan dan keanekaragaman hayati. Sebagai bentuk nyata, perusahaan telah menjalankan program Pra Pelepasliaran Orangutan sejak tahun 2016. Chief Sustainability Officer PT SSMS Tbk, Henky Satrio Wibowo, menegaskan bahwa program ini sejalan dengan kebijakan keberlanjutan perusahaan yang berfokus pada konservasi ekosistem dan mendukung kesejahteraan masyarakat sekitar.
“Dengan pemerintah dapat melihat langsung pelaksanaan program Pra Pelepasliaran Orangutan, kami dapat membuktikan bahwa kebijakan perusahaan benar-benar diimplementasikan di tingkat tapak. Dampaknya sangat nyata, baik bagi ekosistem maupun masyarakat sekitar,” ujar Henky Satrio Wibowo kepada Borneonews pada Senin, 24 Maret 2025.
Hingga kini, program tersebut telah melepasliarkan 60 individu orangutan ke taman nasional, dari total 136 individu yang terlibat sejak awal program.
Pulau Salat menjadi salah satu lokasi utama dalam program ini, di mana saat ini terdapat 41 individu orang utan yang masih menjalani proses rehabilitasi. Henky menambahkan, program ini merupakan bagian integral dari visi perusahaan dalam mengelola sumber daya alam secara bertanggung jawab dan berkelanjutan.
“Keberhasilan program ini membuktikan bahwa komitmen lingkungan PT SSMS Tbk tidak hanya slogan, tetapi benar-benar diwujudkan dalam langkah nyata,” tambahnya.
Kolaborasi antara PT SSMS Tbk dengan Borneo Orangutan Survival Foundation atau BOSF, Balai Konservasi Sumber Daya Alam atau BKSDA, serta masyarakat sekitar, menjadi kunci sukses dalam pelaksanaan program ini. Kolaborasi ini memperkuat hubungan antar pihak untuk mewujudkan konservasi yang berdampak positif, baik bagi flora dan fauna maupun masyarakat di sekitar Pulau Salat.
Selama hampir satu dekade, keberhasilan program Pra Pelepasliaran Orangutan telah menjadi bukti nyata sinergi yang efektif. Selain berfokus pada rehabilitasi satwa, program ini juga menunjukkan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Pemerintah pun turut mendukung program ini, mencerminkan komitmen bersama dalam menjaga keanekaragaman hayati Indonesia.
“Dengan langkah konkret dan dukungan berbagai pihak, PT SSMS Tbk berharap program ini dapat terus berlanjut dan memberikan dampak positif yang lebih luas. Pulau Salat kini menjadi simbol keberhasilan kerja sama antar pihak untuk kelestarian alam yang berkelanjutan,“ tuturnya. (TESTI PRISCILLA/j)









