BORNEONEWS, Palangka Raya – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya melakukan pemantauan genangan air di dua lokasi, yakni Kelurahan Petuk Katimpun dan Jalan Mendawai.
Pemantauan ini dilakukan untuk memantau perkembangan kondisi banjir dan membantu masyarakat yang terdampak. Tim BPBD didampingi oleh Babinsa dan Bhabinkamtibmas di masing-masing lokasi untuk memastikan keamanan dan kelancaran proses pemantauan.
Di Kelurahan Petuk Katimpun, genangan air masih cukup signifikan. Jalan sepanjang 5 kilometer terendam dengan ketinggian air terdalam mencapai 90 sentimeter.
Meskipun hari ini ketinggian air menurun 15 sentimeter, akses jalan utama masih terputus dan masyarakat terpaksa menggunakan klotok sebagai alat transportasi. Kondisi ini tentunya mengganggu aktivitas warga setempat.
Sementara itu, di Jalan Mendawai, genangan air juga masih menghambat akses jalan. Ketinggian air terdalam mencapai 70 sentimeter dengan panjang genangan sekitar 500 sentimeter.
Meskipun terjadi penurunan ketinggian air sebesar 3 sentimeter hari ini, jalan tersebut masih belum dapat dilalui oleh kendaraan roda dua maupun roda empat.
"Hal ini menyebabkan kesulitan mobilitas bagi warga sekitar," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Palangka Raya, Heri Fauzi Senin, 24 Maret 2025.
Heri menekankan pentingnya pemantauan berkelanjutan untuk mengantisipasi dampak lebih lanjut dari genangan air. Informasi yang diperoleh dari pemantauan ini akan digunakan untuk menentukan langkah-langkah selanjutnya dalam penanganan banjir.
BPBD Palangka Raya terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memberikan bantuan dan dukungan kepada masyarakat yang terdampak banjir.
Bantuan tersebut meliputi penyediaan kebutuhan pokok, evakuasi jika diperlukan, dan informasi terkini mengenai perkembangan kondisi banjir. BPBD juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan mengikuti arahan dari petugas di lapangan.
BPBD Palangka Raya menghimbau masyarakat untuk tetap waspada dan berhati-hati. Informasi terkini mengenai kondisi banjir dapat diakses melalui saluran resmi BPBD Kota Palangka Raya.
"Kerjasama dan kepatuhan masyarakat terhadap arahan petugas sangat penting dalam upaya penanggulangan bencana banjir," pungkasnya. (PATHUR/j)









