BORNEONEWS, Palangka Raya – Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut Palangka Raya memprakirakan kondisi cuaca di Kalimantan Tengah (Kalteng) umumnya berawan hingga hujan ringan.
Namun, terdapat potensi hujan sedang hingga lebat di sebagian wilayah Kalteng. Suhu udara diperkirakan berkisar antara 23°C hingga 33°C, dengan kelembaban udara antara 60% hingga 100 Persen.
Angin umumnya bertiup dari Barat Daya ke Timur Laut dengan kecepatan 5 hingga 15 kilometer per jam. Tinggi gelombang di perairan selatan Kalteng diperkirakan mencapai 0,5 hingga 2,0 meter (rendah hingga sedang).
"Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi hujan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir/kilat dan angin kencang di sebagian besar wilayah Kalteng. Hujan dengan intensitas tinggi berpotensi terjadi secara lokal dengan durasi singkat," kata Prakirawan Cuaca Ika, Senin, 24 Maret 2025.
Selain hujan lebat dan angin kencang, BMKG juga mengingatkan potensi terjadinya angin puting beliung di beberapa wilayah Kalteng. Masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan berhati-hati terhadap dampak bencana yang mungkin terjadi akibat cuaca ekstrem tersebut. Dampak yang perlu diwaspadai antara lain genangan air, banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang.
--page
Pertumbuhan awan konvektif (awan Cumulonimbus) juga perlu diwaspadai. Jenis awan ini berpotensi menimbulkan hujan sedang hingga lebat, disertai angin kencang, dan peningkatan tinggi gelombang di wilayah pesisir dan perairan selatan Kalteng. Masyarakat yang tinggal di daerah pesisir diimbau untuk lebih waspada.
BMKG menyarankan masyarakat untuk selalu memantau perkembangan cuaca terkini melalui kanal-kanal resmi BMKG. Informasi cuaca yang akurat dan tepat waktu sangat penting untuk mengurangi risiko kerugian akibat cuaca ekstrem. Masyarakat juga diimbau untuk mempersiapkan langkah-langkah antisipasi jika terjadi bencana hidrometeorologi.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan siaga terhadap potensi cuaca ekstrem. Langkah-langkah antisipasi perlu dilakukan untuk meminimalisir dampak negatif dari kondisi cuaca yang tidak menentu.
"Kerja sama dan kesiapsiagaan seluruh pihak sangat penting dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi," pungkasnya. (PATHUR/Y)









