SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Senyum sumringah tergambar pada wajah pria paruh baya yang tengah duduk di kursi plastik di salah satu sudut di Pelabuhan Sampit, Senin, 24 Maret 2025. Dirinya tampak memangku seorang anak balita, 2 anak lainnya dan seorang perempuan seusianya sedang asyik berbincang menceritakan keluarga yang telah lama hanya bersua lewat panggilan video.

Pria itu bernama Ridwan, berulang kali ucapan syukur dan terima kasih mencuat dibibirnya saat borneonews.co.id berbincang dengannya. Sebab, setelah 4 tahun tak menginjakkan kaki di kampung halaman, kini dirinya beserta 3 anak dan seorang isteri akan merasakan pulang berkumpul dengan keluarga besar pada momen Lebaran.

Ia mengaku, tanpa program mudik gratis PT PELNI bersama Badan Usaha Milik Negara (BUMN) hal mustahil memboyong keluarganya ke kampungnya di Purwodadi. Sebab, pria yang sehari-hari bekerja sebagai karyawan perusahaan tersebut harus mengeluarkan biaya Rp400 ribu hingga Rp450 ribu biaya tiket kapal setiap orang jika membeli di agen. Belum lagi biaya perjalanan darat dari Pelabuhan Tanjung Emas Semarang menuju Purwodadi yang harus ditempuh menggunakan bus maupun travel/taxi.

"Alhamdulillah ada program seperti ini kami senang dan bisa terbantu mudik ke kampung halaman. Selain menghemat biaya perjalanan, kami juga bisa menyisihkan uang lebih untuk lebaran bersama keluarga di kampung halaman," kata Ridwan.

Setelah 4 tahun tak merasakan pulang kampung, ia mengaku banyak perubahan dari layanan mudik di Pelabuhan. Saat ini tidak ada lagi penumpukan penumpang, sehingga dirinya yang membawa 3 orang anak lebih nyaman dan merasa aman.

--page

Sementara itu, di depan tempat duduk Ridwan nampak sekelompok warga mengenakan kaos seragam bergambar kapal dan bertuliskan 'mudik aman sampai tujuan BUMN 2025'. Ternyata Ridwan hanya satu diantara 500 penumpang KM Leuser tujuan Semarang yang mendapatkan program mudik gratis.

Nampak dari kerumunan itu seorang bernama Niam bersama 3 anggota keluarganya. Pria yang sehari-hari mengajar di SMA IT Arafah tersebut menceritakan momen berburu tiket gratis PT Pelni. Saat itu ia berjumpa dengan seorang wali murid, dari situlah ia mendapat informasi mudik gratis kapal tujuan Semarang. Dirinya bergegas ke Kantor Pelni Cabang Sampit dan mengambil nomor antrean. Namun sayangnya, teman yang memberitahukan informasi mudik gratis justru tidak mendapat jatah tiket kapal gratis.

"Saya mudik ke Tuban, biasanya naik kapal tujuan Surabaya. Tetapi saat ini mudik gratis lewat Semarang jadi saya pilih jalur ini. Lalu naik bus ke Tuban," uja Niam.

Dirinya mengaku, program mudik gratis sangat membantu meringankan biaya perjalanan bagi perantau melepas rindu kampung halaman. Dengan jumlah keluarga 4 orang, dirinya berhasil menghemat kurang lebih Rp2 juta untuk tiket kapal sekali perjalanan. 

Ia berharap program mudik gratis terus bertambah setiap tahun agar membantu lebih banyak masyarakat yang ingin pulang saat momen hari besar Idulfitri. Mengingat banyak perantau di Kabupaten Kotawaringin Timur berasal dari Pulau Jawa. 

--page

"Kami sangat berterima kasih dan semoga tahun depan program mudik gratis lebih banyak lagi. Agar masyarakat, seperti teman saya yang kehilangan kesempatan tahun ini bisa merasakan mudik gratis," tambahnya. 

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PELNI Anik Hidayati mengatakan PT PELNI (Persero) kembali berpartisipasi dalam program Mudik Gratis Bersama BUMN tahun 2025 dengan mengusung tema mudik aman sampai tujuan di Pelabuhan Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur.

Program tersebut merupakan wujud komitmen PELNI sebagai perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk mendukung masyarakat Indonesia dalam merayakan Hari Raya Idul Fitri 1446 H bersama keluarga di kampung halaman dengan tenang dan menyenangkan.

Dirinya bersama Komisaris Independen PELNI Kristia Budiyarto, Kepala Cabang PELNI Sampit Siti Nafilah, Asisten Deputi Pengembangan BUMN Bidang Infrastruktur dan Logistik Kemenko Yuli Sri Wilanti, Asisten Deputi Bidang TJSL Kementerian BUMN Edi Eko Cahyono serta Pj Sekretaris Daerah Kotawaringin Timur Sanggul Lumban Gaol melepas rombongan mudik gratis tersebut ditandai pengangkatan bendera. 

Turut hadir Anggota Komisi V DPR RI Fraksi Partai Amanat Nasional Dapil Kalimantan Tengah Muhammad Syauqie dan Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Tengah Abdul Hafid, serta sejumlah pejabat setempat dan stakeholder terkait.

“PELNI telah konsisten mendukung program Mudik Gratis Bersama BUMN sejak tahun 2022. Setiap tahun, kami berupaya meningkatkan layanan dan menjangkau lebih banyak pemudik agar dapat berkumpul dengan keluarga tanpa beban biaya transportasi. Pada tahun 2025 ini, kami menyediakan kuota sebanyak 500 penumpang dengan rute Sampit - Semarang,” ujar Anik.

--page

Pada tahun 2022, PELNI memulai langkahnya dengan menyediakan empat armada bus untuk melayani pemudik dengan rute Jakarta-Lampung, Jakarta-Surabaya, dan Jakarta-Semarang.

Kemudian, pada tahun 2023, PELNI beralih menggunakan kapal laut dengan menyediakan kuota sebanyak 300 penumpang yang terbagi dalam dua rute, yaitu Jakarta-Batam dan Kumai-Semarang.

Keberhasilan tersebut dilanjutkan pada tahun 2024, dimana PELNI kembali mengoperasikan kapal untuk rute Balikpapan-Surabaya dengan kuota yang sama, yakni 300 penumpang.

Kini di tahun 2025, PELNI meningkatkan kapasitasnya menjadi 500 penumpang dengan rute Sampit-Semarang, hal ini menunjukkan konsistensi PELNI dalam mendukung program mudik gratis BUMN.

“Banyak masyarakat dari Pulau Jawa yang saat ini bekerja dan menetap di Pulau Kalimantan, khususnya di Kalimantan Tengah. Oleh karena itu, kami memilih rute Sampit-Semarang agar mereka dapat kembali ke kampung halaman dan merayakan Lebaran bersama keluarga tercinta. Kami berharap program ini tidak hanya menjadi sarana transportasi, tetapi juga wujud nyata kepedulian PELNI terhadap kebutuhan masyarakat,” tambah Anik.

Program tersebut tidak hanya menjadi sarana transportasi gratis, tetapi juga mencerminkan semangat kebersamaan dan kepedulian PELNI dan BUMN terhadap masyarakat untuk memastikan perjalanan yang aman sampai tujuan.

"PELNI berkomitmen untuk terus menjalankan program-program TJSL yang bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan sekitar, serta menjadi contoh perusahaan yang bertanggung jawab dalam menjaga kelestarian alam dan mendukung pembangunan berkelanjutan," tandasnya. 

Adapun PT PELNI bekerja sama dengan beberapa BUMN menghadirkan 3.400 mudik gratis sebagai bentuk program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) di berbagai wilayah di Indonesia. Selanjutnya, pihaknya juga bekerja sama dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk menyediakan 9.250 tiket gratis di seluruh Indonesia. Dengan demikian, ada dua skema tiket gratis, yaitu dari TJSL BUMN dan anggaran Kemenhub.

Sementara di Pelabuhan Sampit sendiri, terdapat 500 kuota mudik gratis PT PELNI melalui program TJSL yang berangkat menggunakan KM Leuser menuju Pelabuhan Tanjung Emas Semarang pada Senin, 24 Maret 2025. Kemudian 300 kuota mudik gratis melalui program yang bekerja sama dengan Kemenhub yang akan berangkat pada 28 Maret 2025. (DEWI PATMALASARI/Y)