BORNEONEWS, Sampit – Anggota Komisi V DPR RI Daerah Pemilihan (Dapil) Kalimantan Tengah Muhammad Syauqie memberikan motivasi kepada anggota Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Palangka Raya Pos SAR Sampit agar tetap menjalankan tugasnya meskipun menghadapi kebijakan efisiensi anggaran.
“Tetap semangat saudara-saudaraku, kalian adalah pahlawan, pejuang, pelindung, dan pengayom masyarakat. Hindari konflik dengan masyarakat maupun teman-teman yang memiliki tugas yang sama, karena tugas kita adalah tugas kemanusiaan,” ujar Syauqie di Sampit, Senin, 24 Maret 2025.
Hal itu disampaikannya saat kunjungan kerja ke Pos SAR Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Turut mendampingi dalam kunjungan tersebut, Anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Tengah Abdul Hafid dan Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perhubungan Kotim Rody Kamislam.
Ia mengingatkan, Basarnas harus tetap bekerja sesuai tugas pokok dan fungsi (tupoksi) meskipun efisiensi anggaran berdampak pada operasional mereka.
“Kami sangat memahami bahwa efisiensi anggaran sedikit banyak mengganggu kinerja Basarnas. Operasional yang tadinya ada menjadi tidak ada. Tapi kita harus tegak lurus dan memastikan organisasi ini tetap berjalan,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Basarnas Palangka Raya Anak Agung Ketut Alit Supartana, yang membawahi Pos SAR Sampit, memaparkan tentang Siaga Pencarian dan Pertolongan Khusus Angkutan Lebaran 2025 serta dampak efisiensi anggaran terhadap operasional Basarnas.
Syauqie menekankan bahwa dari berbagai lembaga yang menjadi mitra Komisi V DPR RI, Basarnas memiliki posisi istimewa karena perannya sebagai garda terdepan dalam penanganan kecelakaan dan bencana. Oleh sebab itu, dalam setiap Rapat Dengar Pendapat (RDP) dan pembahasan anggaran, DPR RI selalu mendukung Basarnas.
Namun, efisiensi anggaran yang diberlakukan pemerintah berdampak signifikan terhadap lembaga ini. Bahkan, anggaran operasional Basarnas Palangka Raya menjadi nol setelah pemangkasan anggaran.
“Padahal kemarin semua usulan, aspirasi, dan permintaan Basarnas sudah kami susun dengan rapi. Tapi karena ada instruksi efisiensi dari Presiden, yang pasti bertujuan baik, kita harus mendukung. Namun, penyesuaian tetap harus dilakukan,” tambahnya.
Dengan adanya pemangkasan anggaran, Syauqie meminta Basarnas untuk lebih fokus pada tupoksi inti. Apalagi jumlah personel Basarnas Palangka Raya sangat terbatas, yaitu hanya 71 orang yang harus menangani seluruh wilayah Kalimantan Tengah.
Meski eksistensinya kurang menonjol, Basarnas selalu hadir dalam berbagai operasi penyelamatan, terutama yang melibatkan tim terpadu. Namun, Syauqie berharap agar tidak ada kejadian darurat yang memaksa Basarnas turun tangan.
“Saya selalu berharap Basarnas kalau bisa jangan kerja, artinya semoga tidak ada insiden yang mengharuskan mereka turun tangan. Tapi jika ada, menyelamatkan nyawa tetap menjadi prioritas,” katanya.
Untuk menghindari konflik dengan instansi lain, Syauqie menyarankan agar Basarnas lebih selektif dalam bertugas. Jika ada insiden, mereka cukup melakukan pemantauan dan membiarkan instansi lain seperti BPBD menangani situasi, kecuali dalam kondisi yang benar-benar mendesak.
Syauqie berharap pemangkasan anggaran ini tidak berlangsung lama. Setidaknya, pada Oktober 2025, dalam perubahan APBN, anggaran operasional Basarnas Palangka Raya bisa kembali dialokasikan agar operasional mereka tidak terganggu.
“Tetap semangat, kalian adalah pahlawan masyarakat. Jangan sampai konflik terjadi dengan masyarakat maupun instansi lain. Tugas kita adalah tugas kemanusiaan,” tandasnya. (DEWI PATMALASARI/j)









