PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Anggota Komisi II DPRD Kota Palangka Raya, Yudhi Karlianto Manan, menyatakan bahwa untuk mengatasi kenaikan harga beras, Kota Palangka Raya memiliki potensi untuk ditanami padi.

"Struktur lahan di kota ini masih potensial untuk pengembangan tanaman padi. Sebagai contoh, di Kelurahan Kalampangan,Kelurahan Pager, Kecamatan Rakumpit, dan Kecamatan Bukit Batu. Meskipun struktur tanah di Palangka Raya bergambut, pengembangan tanaman padi masih dapat dilakukan dengan baik," katanya, Selasa, 25 Maret 2025.

Selain itu, katanya pada musim hujan, petani di Palangka Raya dapat memanfaatkan kondisi ini untuk menanam padi sebagai alternatif ketika lahan tidak dapat ditanami sayuran. 

"Curah hujan yang cukup membantu membasahi lahan secara alami, sehingga mendukung pertumbuhan padi. Secara geografis dan didukung oleh iklim, wilayah Palangka Raya memang cocok untuk pengembangan tanaman padi," bebernya.

Untuk jenis padi yang cocok sesuai kondisi geografis wilayah tersebut, ungkap yaitu padi Gogo dan Hibrida menjadi pilihan yang tepat untuk ditanam di Palangka Raya. Terutama karena memiliki beberapa keunggulan utama, yang sesuai dengan kondisi lahan dan kebutuhan petani setempat.

"Padi Gogo dan Hibrida lebih mudah dibudidayakan di lahan marginal seperti lahan gambut di Palangka Raya," tutupnya. (MARINI/H)