BORNEONEWS, Palangka Raya - Penurunan pada Januari 2025 Frekuensi penerbangan di wilayah Kalimantan Tengah mengalami penurunan signifikan pada Januari 2025. Penurunan mencapai 15,61 persen dibandingkan Desember 2024, yaitu dari 1.377 penerbangan menjadi 1.162 penerbangan.
Meskipun demikian, jumlah penerbangan di Januari 2025 tetap lebih tinggi dibandingkan bulan yang sama pada tahun-tahun sebelumnya, yaitu tahun 2024 dan 2023.
"Penurunan frekuensi penerbangan tersebut berbanding lurus dengan penurunan jumlah penumpang yang menggunakan angkutan udara. Tercatat jumlah penumpang pada Januari 2025 menurun sebesar 11,19 persen dibandingkan bulan sebelumnya, dari 134.167 orang menjadi 119.156 orang. Penurunan ini juga terjadi pada penumpang yang berangkat maupun datang," kata Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Kalteng, Agnes Widiastuti pada Selasa, 25 Maret 2025.
Penumpang yang berangkat pada Januari 2025 turun hingga 17,57 persen dibandingkan Desember 2024. Sementara itu, jumlah penumpang yang datang mencatat penurunan yang lebih kecil, yaitu sebesar 3,89 persen. Kondisi ini menjadi tantangan bagi sektor angkutan udara di wilayah tersebut.
"Namun demikian, peningkatan jumlah penerbangan dibandingkan Januari 2024 menunjukkan adanya potensi pertumbuhan jangka panjang," katanya.
Pemerintah dan pihak terkait dapat mengambil langkah untuk memaksimalkan potensi tersebut guna meningkatkan pelayanan transportasi udara.
"Selain penumpang, arus barang yang diangkut melalui udara turut mengalami penurunan. Faktor-faktor yang memengaruhi penurunan ini masih terus dikaji oleh pihak terkait untuk mendorong efisiensi dan produktivitas jasa angkutan udara di Kalimantan Tengah," tuturnya.
Di tengah penurunan angka ini, Bandara Tjilik Riwut menjadi salah satu bandara dengan aktivitas tertinggi. Data tersebut menunjukkan pentingnya peran bandara utama dalam menjaga stabilitas sektor transportasi udara di Kalimantan Tengah. (TESTI PRISCILLA/H)









