BORNEONEWS, Palangka Raya - Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Palangka Raya, Hendrikus Satria Budi, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi hingga pertengahan April mendatang.
Peringatan ini disampaikan menyusul data yang diterima BPBD dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menunjukkan adanya potensi cuaca ekstrim disertai angin kencang.
Cuaca ekstrem tersebut diperkirakan akan melanda wilayah Palangka Raya dalam beberapa pekan ke depan. Masyarakat dihimbau untuk selalu memantau perkembangan cuaca melalui berbagai sumber informasi yang terpercaya, seperti BMKG dan media massa.
"Penting untuk memperhatikan ramalan cuaca sebelum melakukan aktivitas di luar ruangan, terutama bagi mereka yang beraktivitas di luar rumah," katanya, Selasa, 25 Maret 2025.
Budi menambahkan, kesiapsiagaan masyarakat sangat penting untuk meminimalisir dampak buruk dari cuaca ekstrem. Masyarakat diimbau untuk mengamankan barang-barang yang mudah diterbangkan angin dan memperhatikan kondisi bangunan rumah agar tetap aman. Pohon-pohon yang rawan tumbang juga perlu mendapat perhatian khusus.
BPBD Palangka Raya telah bersiap menghadapi potensi bencana yang mungkin terjadi akibat cuaca ekstrem ini. Tim BPBD telah disiagakan untuk melakukan respon cepat terhadap berbagai kejadian, seperti pohon tumbang, banjir, atau bencana lainnya.
Bagi warga yang membutuhkan bantuan evakuasi atau menghadapi masalah terkait cuaca ekstrem, seperti pohon tumbang yang membahayakan, BPBD menyediakan layanan Call Center 112 Palangka Raya.
Nomor darurat ini dapat dihubungi selama 24 jam untuk mendapatkan pertolongan yang dibutuhkan. Respon cepat dan efektif diharapkan dapat meminimalisir kerugian dan dampak buruk dari cuaca ekstrem.
"Dengan meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan, diharapkan masyarakat Palangka Raya dapat menghadapi cuaca ekstrem dengan lebih baik dan meminimalisir dampak negatif yang mungkin terjadi," pungkasnya. (PATHUR/H)









