BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti, melaporkan penurunan nilai ekspor Kalimantan Tengah pada Januari 2025 yang dipicu kelompok komoditas bahan bakar mineral.
“Komoditas utama yang mendominasi ekspor provinsi ini tetaplah batu bara, minyak kelapa sawit, dan bijih zirconium, niobium, serta tantalum. Meski demikian, sejumlah kelompok komoditas mengalami penurunan nilai ekspor dibandingkan bulan sebelumnya,“ kata Agnes pada Selasa, 25 Maret 2025.
Kelompok bahan bakar mineral mencatatkan penurunan nilai ekspor terbesar, yaitu sebesar US$83,60 juta atau turun 27,19 persen.
Kelompok lemak dan minyak hewani/nabati juga mengalami penurunan signifikan sebesar US$14,45 juta atau 23,90 persen, diikuti oleh kelompok kayu dan barang dari kayu dengan penurunan sebesar US$4,85 juta atau 45,41 persen.
“Di sisi lain, ada sedikit peningkatan pada kelompok ampas/sisa industri makanan dengan kenaikan sebesar US$0,08 juta atau 4,30 persen,“ kata Agnes lagi.
Jika dibandingkan dengan Januari tahun sebelumnya, lanjut Agnes, nilai ekspor Kalimantan Tengah juga mengalami penurunan sebesar US$95,10 juta atau 24,23 persen.
Penurunan terbesar pada tahun ini terjadi pada kelompok bahan bakar mineral dengan selisih nilai sebesar US$89,85 juta atau 28,64 persen.
“Kelompok kayu dan barang dari kayu menyusul dengan penurunan sebesar US$3,73 juta atau 39,02 persen dan bahan nabati untuk anyam-anyaman turun US$0,95 juta atau 32,42 persen,“ jelasnya.
Agnes Widiastuti mencatat bahwa penurunan ini disebabkan oleh fluktuasi permintaan global dan kondisi pasar internasional yang mempengaruhi beberapa sektor unggulan Kalimantan Tengah. Meskipun demikian, terdapat secercah harapan di tengah penurunan ini, di mana beberapa kelompok barang justru mengalami peningkatan.
“Peningkatan ekspor terbesar terjadi pada kelompok karet dan barang dari karet yang naik hingga 271,43 persen dengan tambahan nilai sebesar US$3,99 juta. Kelompok garam, belerang, dan kapur juga mencatatkan peningkatan signifikan sebesar US$4,94 juta atau 28,36 persen, memberikan harapan untuk diversifikasi komoditas ekspor di masa mendatang.,“ tuturnya.
Dengan dinamika yang terjadi, BPS Provinsi Kalimantan Tengah terus berupaya memantau perkembangan perdagangan luar negeri secara mendetail.
"Kami berharap hasil ini dapat menjadi acuan bagi para pemangku kepentingan dalam mengambil langkah strategis untuk meningkatkan daya saing ekspor Kalimantan Tengah di pasar global," tuturnya.(TESTI PRISCILLA/R)









