PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Direktur Utama Badan Pengelola Dana Perkebunan atau BPDP, Eddy Abdurrachman mengungkapkan bahwa pakan konsentrat merupakan salah satu faktor produksi penting dalam budidaya hewan ternak.

Sebagai suplemen, pakan konsentrat memiliki peran vital dalam meningkatkan produksi ternak, sebagaimana yang diuraikan oleh PASPI.

"Pakan menjadi komponen esensial dalam keberhasilan produksi ternak. Kualitas dan kuantitas pakan sangat menentukan hasil produksi," ujar Eddy pada Selasa, 25 Maret 2025.

Menurut Eddy, negara-negara produsen ternak utama dunia seperti Uni Eropa, Brasil, China, dan Amerika Serikat memiliki potensi ketersediaan pakan yang tinggi.

FAO (2018) mencatat bahwa Uni Eropa adalah produsen pakan konsentrat terbesar di dunia. Hal ini memberi kontribusi besar terhadap performa industri ternak global.

Seiring meningkatnya produksi dan konsumsi produk hewan ternak, kebutuhan pakan konsentrat juga terus bertambah.

Data dari The European Feed Manufacturers Federation atau FEFAC menunjukkan bahwa produksi pakan konsentrat global melonjak dari 726 juta ton pada 2010 menjadi 1,05 miliar ton pada 2017.

Uni Eropa mendominasi dengan pangsa pasar 24 persen, diikuti oleh China 18 persen dan Amerika Serikat 16 persen.

Eddy menjelaskan, industri pakan konsentrat Uni Eropa telah mengalami transformasi menjadi industri padat modal. PASPI di tahun 2018 mencatat bahwa untuk menghasilkan pakan berkualitas tinggi, industri ini telah memanfaatkan teknologi canggih.

“Adopsi teknologi mutakhir memungkinkan produksi pakan konsentrat memenuhi permintaan pasar yang spesifik,” kata Eddy.

Metode "demand driven" yang diterapkan memungkinkan industri pakan konsentrat Uni Eropa untuk mencerminkan kebutuhan konsumen secara lebih akurat. Eddy menambahkan bahwa inovasi ini menjadi pendorong utama pertumbuhan produksi pakan di kawasan tersebut.

FEFAC 2018 mencatat, produksi pakan konsentrat Uni Eropa terus tumbuh dari 189 juta ton pada tahun 2010 menjadi 250 juta ton pada 2017.

Sentra produksi utama di Eropa meliputi negara-negara seperti Jerman, Spanyol, Perancis, dan Belanda. Dengan tren ini, Uni Eropa terus berkontribusi besar terhadap perkembangan industri ternak global.

Eddy juga memperkirakan bahwa produksi pakan konsentrat akan terus mengalami peningkatan setiap tahunnya.

"Pertumbuhan ini tidak hanya akan memenuhi kebutuhan ternak, tetapi juga mendukung keberlanjutan industri ternak secara global,” pungkas Eddy.(TESTI PRISCILLA/R)