BORNEONEWS, Palangka Raya - Provinsi Riau merupakan pusat utama perkebunan kelapa sawit di Indonesia, mencakup 21,23 persen dari total lahan sawit nasional. Data Badan Pusat Statistik atau BPS tahun 2023 mencatat luas perkebunan kelapa sawit di Riau mencapai 3,40 juta hektare, menghasilkan 9,22 juta ton minyak kelapa sawit mentah atau CPO. Direktur Utama Badan Pengelola Dana Perkebunan atau BPDP, Eddy Abdurrachman, menyebut angka ini menegaskan dominasi Riau dalam produksi sawit sekaligus mendukung kebutuhan domestik dan ekspor.
"Perkembangan sektor ini mendorong pembangunan ekonomi pedesaan di wilayah Riau. Kawasan yang sebelumnya tertinggal kini menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru" kata Eddy dalam rilisnya pada Rabu, 26 Maret 2025.
Eddy Abdurrahman menjelaskan, transformasi ini terjadi melalui dua tahap: gestation stage, yang melibatkan perusahaan negara dan swasta sebagai inti, serta growth stage, saat perkebunan rakyat swadaya tumbuh secara revolusioner.
"Kehadiran perkebunan sawit juga berdampak pada penurunan kemiskinan di Riau. Sebanyak 62,63 persen dari total lahan sawit dikelola oleh perkebunan rakyat, yang membantu mengangkat petani miskin menjadi berpenghasilan menengah ke atas," jelasnya.
Selain itu, saat pendapatan dari minyak bumi dan gas menurun, pengembangan perkebunan sawit di Riau terbukti mampu meningkatkan pendapatan per kapita masyarakat menjadi Rp79,11 juta per tahun pada 2012, dengan 63,2 persen kontribusi dari sawit.
"Namun, perkembangan sawit di Riau tak luput dari sorotan pihak-pihak yang mengaitkannya dengan isu deforestasi," tuturnya.
Eddy Abdurrahman menekankan bahwa tudingan tersebut tidak berdasar. Ia mengutip data PASPI yang menunjukkan bahwa pada periode pembangunan besar-besaran 1950-1985, kebun sawit belum ada. Hal ini menegaskan bahwa deforestasi pada masa tersebut tidak dipicu oleh ekspansi kebun sawit.
Sebaliknya, ekspansi kebun sawit dianggap sebagai perubahan penggunaan lahan yang meningkatkan stok karbon dan mendorong reforestasi. Studi dari PASPI bahkan mencatat bahwa pembangunan ekonomi Riau melalui perkebunan sawit adalah langkah ekologis yang dikehendaki, bukan penyebab utama deforestasi. (TESTI PRISCILLA/j)









