BORNEONEWS, Palangka Raya - Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, diterjang angin kencang pada Selasa, 25 Maret 2025. Bencana alam tersebut mengakibatkan kerusakan yang cukup signifikan di sejumlah wilayah, terutama di dua kecamatan, Pahandut dan Jekan Raya.
Berdasarkan data final dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Palangka Raya, dampak angin kencang tersebut cukup memprihatinkan.
Plt Kepala BPBD Palangka Raya, Hendrikus Satria Budi, mengungkapkan bahwa sedikitnya 50 rumah warga mengalami kerusakan akibat angin kencang tersebut. Selain rumah warga, sejumlah fasilitas umum juga terkena dampak, antara lain dua bengkel, satu sekolah, tiga toko, dan dua masjid mengalami kerusakan dengan tingkat keparahan yang bervariatif. Selain itu, enam pohon besar tumbang di berbagai lokasi.
"Kerusakan variatif ya, mulai dari kerusakan ringan hingga sedang," kata Hendrikus Satria Budi Rabu, 26 Maret 2025.
Tim BPBD Palangka Raya telah melakukan pendataan dan assesment di lokasi-lokasi yang terdampak. Proses pendataan masih terus berlangsung untuk memastikan jumlah pasti kerusakan dan kerugian yang ditimbulkan.
Sebagai langkah penanggulangan, BPBD Palangka Raya telah melaporkan kejadian ini kepada instansi terkait, seperti Dinas Sosial, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (Disperkimtan), dan Dinas Kesehatan Palangka Raya.
Laporan tersebut bertujuan untuk mempercepat proses penanganan dan pemulihan pascabencana, termasuk bantuan bagi warga yang terdampak.
Pemerintah Kota Palangka Raya melalui BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan siaga terhadap potensi bencana alam, terutama angin kencang yang sewaktu-waktu dapat terjadi.
Masyarakat diimbau untuk selalu memperhatikan kondisi cuaca dan segera mengamankan diri jika terjadi angin kencang. BPBD juga menyediakan layanan Call Center 112 Palangka Raya untuk masyarakat yang membutuhkan bantuan atau informasi lebih lanjut.
Kejadian angin kencang ini menjadi pengingat penting bagi seluruh warga Palangka Raya untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana alam.
Kerjasama antara pemerintah dan masyarakat sangat penting dalam upaya mitigasi dan penanggulangan bencana, sehingga dampak yang ditimbulkan dapat diminimalisasi.
"Kami juga akan terus memantau kondisi cuaca dan memberikan informasi terkini kepada masyarakat," pungkasnya. (PATHUR/j)









