PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kabupaten Kapuas menjadi saksi sebuah inisiatif penting dalam literasi keuangan syariah melalui kegiatan bertema “Berbagi Edukasi Keuangan dan Kajian Lewat Obrolan Keuangan Syariah”.

Kegiatan ini dirancang untuk memberikan pemahaman kepada pelajar, santri, dan penyandang disabilitas mengenai konsep keuangan syariah dan mekanisme layanan keuangan yang tersedia.

“Dengan menghadirkan narasumber berpengalaman, acara ini membuka ruang interaksi bagi peserta untuk berdiskusi langsung, menjadikan proses belajar semakin efektif,“ kata Kepala Bagian

Pengawasan Perilaku PUJK, Edukasi, Pelindungan Konsumen, dan Layanan Manajemen Strategis Kantor OJK Provinsi Kalimantan Tengah, Andrianto Suhada dalam rilisnya pada Rabu, 26 Maret 2025.
Selain memberikan wawasan tentang keuangan syariah, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kecerdasan finansial peserta.

“Harapannya, pelajar, santri, dan penyandang disabilitas di Kabupaten Kapuas mampu mengelola keuangan mereka dengan bijak, memilih produk dan layanan keuangan yang sesuai dengan kebutuhan, serta menghindari risiko penipuan yang semakin marak di era digital,“ katanya.

Otoritas Jasa Keuangan bersama pemerintah daerah dan lembaga jasa keuangan lainnya berkomitmen untuk terus mengupayakan literasi keuangan.

“Sinergi ini menjadi langkah strategis untuk mendukung edukasi keuangan syariah, yang tak hanya berdampak pada individu, tetapi juga membantu mendorong inklusi keuangan di masyarakat Kapuas.“ tutur Andrianto lagi.

Para peserta menunjukkan antusiasme yang luar biasa selama acara berlangsung. Diskusi interaktif yang dihadirkan tak hanya memperkaya pengetahuan mereka, tetapi juga mendorong peserta untuk lebih percaya diri dalam menggunakan layanan keuangan syariah. Kegiatan ini sekaligus menjadi wadah inklusif yang mempertemukan berbagai kelompok masyarakat dalam satu misi bersama, mencerdaskan bangsa melalui literasi keuangan.

Upaya ini tak berhenti di satu kegiatan saja. OJK memastikan bahwa inisiatif serupa akan terus digelar untuk menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat. Dengan demikian, literasi keuangan syariah dapat menjadi pilar penting dalam membangun ekonomi lokal yang berdaya tahan dan berbasis keadilan.

Acara ini menjadi langkah nyata dalam mendorong keuangan syariah sebagai solusi praktis bagi pengelolaan keuangan masyarakat. Dengan pembekalan yang diterima, peserta di Kabupaten Kapuas kini memiliki pemahaman lebih mendalam tentang keuangan syariah dan dapat mengambil keputusan finansial dengan lebih bijak. (TESTI PRISCILLA/H)