BORNEONEWS, Palangka Raya - Anggota DPRD Palangka Raya, Hatir Sata Tarigan meningatkan peternak bahwa perubahan cuaca yang ekstrem dapat berdampak signifikan pada produktivitas ayam petelur.
Faktor lingkungan seperti suhu,kelembaban, dan pencahayaan berperan penting dalam menentukan kesehatan dan kinerja ayam petelur.
Katanya, kelembaban yang terlalu tinggi juga dapat meningkatkan risiko penyakit pernapasan, sementara pencahayaan yang tidak memadai dapat mengganggu siklus bertelur ayam.
"Untuk mengatasi tantangan ini, peternak disarankan untuk menerapkan manajemen kandang yang baik, seperti memastikan ventilasi yang memadai, mengatur pencahayaan yang sesuai, dan memantau kondisi cuaca secara rutin," katanya, Rabu, 26 Maret 2025.
Selain itu, ujarnya pemilihan pakan yang tepat dan berkualitas juga penting untuk mendukung kesehatan dan produktivitas ayam petelur.
"Dengan memahami dan mengantisipasi pengaruh cuaca terhadap ayam petelur, peternak dapat mengambil langkah preventif yang diperlukan untuk menjaga stabilitas produksi telur dan kesejahteraan ternak mereka," anjurnya.
Kata Hatir, peternak harus mewaspadai adanya cuaca ekstrem, seperti suhu yang terlalu panas atau dingin, dapat menyebabkan stres pada ayam, yang berdampak pada penurunan produksi telur dan kualitasnya.
Tidak kalah penting ujarnya, peternak harus menjaga kebersihan kandang secara rutin untuk mencegah penyebaran penyakit yang dapat memperparah dampak cuaca ekstrem.
"Diharapkan harga telur di Palangka Raya tetap stabil meskipun terjadi cuaca ekstrem," harapnya. (MARINI/H)









